BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan dunia
usaha di Indonesia yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan
untuk dapat mengolah dan melaksanakan manajemen perusahaan menjadi lebih
professional. Bertambahnya pesaing di setiap saat, mengharuskan setiap
perusahaan menampilkan yang terbaik, baik dari segi kinerja perusahaan, dan
strategi yang matang dalam segala segi termasuk dalam manajemen keuangan.
Akuntansi sendiri merupakan aktivitas manusia dan akan
mempertimbangkan hal seperti “perilaku dan orang – orang”. Dalam hal informasi
keuangan, atau alasan mengapa orang dalam organisasi dapat memilih untuk
memberikan informasi tertentu ke kelompok pemangku kepentingan tertentu.
Teori akan mencakup pertimbangan akan tujuan pelaporan eksternal, didasarkan
pada perspektif tertentu peran akuntansi, memprediksi teori akuntansi positif ,
memprediksi bahwa kekuatan relatif dari kelompok pemangku kepentingan tertentu,
pemberian informasi akuntansi kepada orang-orang diluar organisasi, memprediksi
informasi akuntansi yang sah dan bahwa informasi akuntansi dapat digunakan
sebagai sarana untuk mendapatkan mempertahankan Teori Legitimasi.
Tujuan utama teori
akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam memprediksikan dan menjelaskan
perilaku serta kejadian - kejadian akuntansi. Teori didefinisikan sebagai
konsep, definisi, dan dalil yang menyajikan suatu pandangan sistematis tentang
fenomena, dengan menjelaskan hubungan antar variabel yang bertujuan untuk
menjelaskan serta memprediksikan fenomena tersebut.
Akuntansi keuangan membahas tentang bagaimana prosedur, metode, dan tehnik pencatatan transaksi keuangan, dilakukan untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan yang
telah ditetapkan. Standar akuntansi memberi pedoman ( pendefinisian,
pengukuran, penilaian, pengakuan, dan pengungkapan elemen – elemen atau pos –
pos laporan keuangan ) perlakuan akuntansi terhadap suatu kejadian.
Akuntansi yang dipraktikkan dalam suatu negara sebenarnya
tidak terjadi begitu saja secara ilmiah namun praktik yang dijalankan dirancang
dan dikembangkan secara sengaja untuk mencapai tujuan sosial tertentu. Dan
praktik akuntansi dipengaruhi oleh faktor lingkungan ( sosial, ekonomi, politis
). Karena itu, struktur dan praktik akuntansi akan berbeda antara negara yang
satu dengan yang lainnya ( perbedaan muncul dikarenakan struktur dan praktik tersebut
disesuaikan dengan kondisi negara, tempat dimana akuntansi tersebut dijalankan
). Berdasarkan uraian tersebut di
atas, maka penulis tertarik untuk menulis Tugas Akademik mengenai, “TEORI
AKUNTANSI”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah dapat
dirumuskan sebagai berikut.
1)
Apa itu Definisi Akuntansi dan
Teori Akuntansi?
2)
Bagaimana Perspektif Teori Akuntansi?
3)
Bagaimana Verifikasi Teori Akuntansi?
4)
Bagaimana Struktur Akuntansi?
1.3
Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan yang dicapai dalam penelitian
sebagai berikut.
1) Untuk
mengetahui pengertian dan hal yang berhubungan dengan Teori Akuntansi
2) Untuk
mengetahui perspektif, verifikasi, dan struktur akuntansi.
1.4
Manfaat
Penyusun mengharapkan,
melalui karya tulis ini, para pembaca dapat menjadikan makalah ini sebagai
bahan penambahan wawasan dan dapat menjadi bahan referensi atau acuan penulisan
bagi penulis selanjutnya.
BAB
II
ISI
2.1. Pengertian Akuntansi
Teori akuntansi sangat erat kaitannya dengan
akuntansi keuangan bahkan teori akuntansi dijumpai khususnya dalam konteks
keuangan. Pengertian teori akuntansi sangat bergantung pada pengertian atau
pendefinisian akuntansi sebagai suatu bidang pengetahuan. Artinya, kedudukan
akuntansi dalam tatanan (taksonomi) pengetahuan juga akan menentukan pengertian
dan lingkup teori akuntansi. Perdebatan ditingkat akademik yang belum mencapai
titik temu adalah jawaban atas pertanyaan apakah pengetahuan akuntansi dapat
dikategori sebagai seni, sains atau teknologi.
Status yang jelas memudahkan pengembangan
pengetahuan akuntansi untuk pencapaian tujuan sosial dan ekonomik tertentu.
Lagi pula, kejelasan status akuntansi mempunyai implikasi arah studi dan
praktik akuntansi.
Tidak ada definisi autoritatif yang cukup umum untuk dapat menjelaskan apa sebenarnya akuntansi itu. Oleh karena itu, banyak definisi yang diajukan para ahli atau buku teks tentang pengertian akuntansi, salah satunya akuntansi adalah bahasa bisnis untuk menyampaikan informasi keuangan kepada user. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita dalam mengelola keuangan. (Hongren, dkk., 2006)
Tidak ada definisi autoritatif yang cukup umum untuk dapat menjelaskan apa sebenarnya akuntansi itu. Oleh karena itu, banyak definisi yang diajukan para ahli atau buku teks tentang pengertian akuntansi, salah satunya akuntansi adalah bahasa bisnis untuk menyampaikan informasi keuangan kepada user. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita dalam mengelola keuangan. (Hongren, dkk., 2006)
2.2
Teori AKUNTANSI
Di balik praktik
akuntansi sebenarnya terdapat seperangkat gagasan yang melandasi praktik
tersebut berupa asumsi - asumsi dasar, konsep - konsep, penjelasan, deskripsi
dan penalaran yang keseluruhannya membentuk bidang pengetahuan teori akuntansi.
Teori akuntansi menjelaskan mengapa praktik akuntasi berjalan seperti yang
diamati sekarang. Praktik akuntansi yang nyatanya berjalan di suatu negara belum
tentu merefleksi pilihan terbaik ditinjau secara konseptual dan ideal serta
dari tujuan yang ingin dicapai. Teori akuntansi membahas perlakuan - perlakuan
dan model - model alternatif yang dapat menjadi jawaban atas masalah -masalah yang dihadapi dalam praktik.
Arti Penting
Teori Akuntansi
Teori
akuntansi merupakan bagian penting dari praktik akuntansi. Pemahamannya oleh
praktisi dan penyusun standar akan sangat mendorong pengembangan serta
perbaikan menuju praktik yang sehat. Teori akuntansi menjadi landasan untuk
memecahkan masalah-masalah akuntansi secara beralasan atau bernalar secara etis
dan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. Masalah akuntansi yang dipecahkan
secara semata-mata atas alasan pragmatik atau taktik cerdik, dapat dipastikan
bahwa hasilnya tidak akan memadai dan tidak akan menuju ke praktik yang sehat.
Taktik
cerdik memang memadai untuk menangani masalah yang sederhana. Untuk masalah -
masalah yang kompleks dan berimplikasi luas, pemecahan masalah akan semakin
bergantung pada kearifan (wisdoms) dan tilikan (insights) yang terkandung dalam
teori yang sehat. Pengetahuan tentang teori akan mengimbangi keterbatasan
pengalaman dan kepentingan praktis (kepentingan jangka pendek). Dengan teori,
orang akan melihat masalah dengan perspektif yang lebih luas dan bebas dari
hal-hal yang teknis atau rinci. Wright (1984) mengibaratkan makna teori
sebagaimana melihat dari atas dalam suatu teater. Melihat dari atas bertujuan
untuk menemukan pola, hubungan, konsep atau prinsip yang melandasi suatu sistem
atau keadaan yang kompleks tanpa terbawah atau terkecoh oleh kompleksitas itu
sendiri.
Pemecahan
masalah akuntansi dengan taktik cerdik atas dasar pengalaman saja dapat
disamakan dengan pemecahan masalah dengan coba - coba atau coba dan ralat (trial and error). Orang membatasi diri
dengan menerapkan hasil pengalamannya sampai suatu saat menemukan cara terbaik
yang sebenarnya, cara tersebut dapat ditemukan secara lebih efisien kalau dia
menggunakan teori. Dengan kata lain, kemajuan profesi akan menajadi terhambat
kalau praktisi dan profesi akuntansi sudah merasa cukup puas dengan pengalaman
praktiknya. Lebih - lebih kalau praktisi tersebut mempunyai kekuasaan untuk
memutuskan sesuatu (standar akuntansi) yang berimplikasi luas.
Praktik akuntansi yang baik dan maju tidak akan dapat dicapai tanpa teori baik yang melandasinya. Praktik dan profesi harus dikembangkan atas dasar penalaran (cause and reasons). Dari argumen-argumen tersebut, dapat diakatakan bahwa teori merupakan unsur yang penting dalam mengembangkan dan memajukan praktik akuntansi. Selanjutnya dikatakan bahwa teori obor yang menerangi praktik dengan prinsip-prinsip yang masuk akal .dalam kenyataanya praktisi disibukkan dengan adanya masalah aktual dan mendesak yang segera harus diselesaikan sehingga tidak sempat lagi untuk merenungkan teori – teori dibalik tindakannya.
Praktik akuntansi yang baik dan maju tidak akan dapat dicapai tanpa teori baik yang melandasinya. Praktik dan profesi harus dikembangkan atas dasar penalaran (cause and reasons). Dari argumen-argumen tersebut, dapat diakatakan bahwa teori merupakan unsur yang penting dalam mengembangkan dan memajukan praktik akuntansi. Selanjutnya dikatakan bahwa teori obor yang menerangi praktik dengan prinsip-prinsip yang masuk akal .dalam kenyataanya praktisi disibukkan dengan adanya masalah aktual dan mendesak yang segera harus diselesaikan sehingga tidak sempat lagi untuk merenungkan teori – teori dibalik tindakannya.
Pengembangan Akuntansi
Seperangkat
pengetahuan akuntansi (accounting body of
knowledge) dapat dipandang dari dua sisi pengertian yaitu sebagai
pengetahuan profesi (keahlian) yang dipraktikkan didunia nyata dan sekaligus
sebagai disiplin pengetahuan yang diajarkan di perguruan tinggi. Dari segi
profesi, akuntansi dipandang semata - mata sebagai serangkaian prosedur, metoda,
dan tehnik tanpa memperhatikan teori dibalik paktik tersebut. Akuntansi
dipandang sebagai pelaksanaan dan penerapan standar untuk menyusun seperangkat
laporan keuangan. Dari profesi/praktisi ini, akuntansi berkepentingan dengan
aspek bagaimana (how to accounting).
2.3
Perspektif Teori Akuntansi
Teori akuntansi dapat
dikelompokkan dalam tiga tingkat utama, yaitu:
1.
Teori Sintaksis
2.
Teori Interpretasional (sematis)
3.
Teori Perilaku (pragmatis)
Teori Sintaksis
Teori ini
berhubungan dengan struktur proses pengumpulan data dan pelaporan keuangan.
Teori sintaksis mencoba menerapkan praktik akuntansi yang sedang berjalan dan
meramalkan bagaimana para akuntan harus bereaksi terhadap situasi tertentu atau
bagaimana mereka akan melaporkan kejadian - kejadian tertentu. Teori - teori
yang berhubungan dengan struktur akuntansi antara lain teori praktek akuntansi
tradisional yang disebut model Ijiri. Model ini menerangkan praktik akuntansi
tradisional yang ditekankan pada sistem biaya historis/ harga perolehan (historical cost system). Diperlukan
untuk memperoleh pandangan yang lebih luas tentang praktik yang sedang
berlangsung. Teori ini memungkinkan untuk dievaluasi secara lebih tepat, juga
memungkinkan pengevaluasian terhadap praktik - praktik yang ada, yang tidak
sesuai dengan teori tradisional. Teori yang berhubungan dengan struktur
akuntansi dapat diuji untuk melihat konsistensi logis dalam teori itu, atau
untuk melihat apakah teori - teori itu benar - benar dapat meramalkan apa yang
dikerjakan akuntan. Pengujian lain menunjukkan bahwa meskipun teori tradisional
tidak lengkap, namun sudah menunjukkan variabel - variabel yang relevan.
Teori Interpretasional (Semantis)
Teori ini
berkonsentrasi pada hubungan antara gejala (obyek atau kejadian) dan istilah atau
simbol yang menunjukkannya.Teori-teori yang berhubungan dengan interpretasi
(semantik) diperlukan untuk memberikan pengertian dalil - dalil akuntansi yang
bertujuan meyakinkan bahwa penafsiran konsep oleh para akuntan sama dengan
penafsiran para pemakai laporan akuntansi.Pada umumnya, konsep akuntansi tidak
dapat diinterpretasikan dan tidak mempunyai arti selain sebagai hasil prosedur
akuntansi tertentu. Misalnya, laba akuntansi merupakan konsep buatan yang
mencerminkan kelebihan pendapatan atas beban sesudah menerapkan aturan tertentu,
untuk mengukur pendapatan dan beban. Teori interpretasi memberikan interpretasi
yang berguna terhadap konsep buatan dan menilai prosedur akuntansi alternatif
berdasarkan interpretasi.
Namun,
konsep-konsep umum sering tidak dapat diinterpretasikan dan diberi pengertian
yang berbeda oleh para peneliti yang berbeda. Misalnya, nilai tidak memiliki
interpretasi khusus. Current value (nilai saat ini/nilai berlaku) akan
mempunyai pengertian yang sama, sebelum menginterpretasikan kita harus melihat
subkonsepnya dahulu sehingga terdapat kesepakatan yang jelas mengenai
interpretasinya. Konsep nilai sekarang dari jasa yang akan datang, arus kas
yang didiskontokan (discounted cash flows), harga pasar berlaku (current market
prices), dan nilai bersih yang dapat direalisasikan (net realizable value)
semuanya merupakan subkonsep dari nilai berlaku (current value) dan
masing-masing dapat diberi aturan interpretasi khusus.
Teori Akuntansi Pragmatik
Teori
akuntansi pragmatik memusatkan perhatiannya pada pengaruh informasi terhadap
perubahan perilaku pemakai laporan. Dengan kata lain, teoi ini membahas reaksi
pihak yang dituju oleh informasi akuntansi. Apakah informasi sampai ke yang
dituju dan di interpretasi dengan tepat merupakan masalah keefektifan
komunikasi. Apakah akhirnya pihak yang dituju informasi memakai informasi
tersebut untuuk dasar pengambilan keputusan merupakan masalah kebermanfaatan
informasi. Pada gilirannya, kebermanfaatan informasi akan menentukan
keefektifan pencapaina tujuan pelaporan keuangan. Dalam mengukur kebermanfaatan
informasi laba, mengidentifikasi konsep manfaat informasi.
Teori
pragmatik membahas berbagai hal dan masalah yang berkaitan dengan eksternal
maupun manajerial. Perubahan perilaku yang diharapkan terjadi akibat informasi
akuntansi tertentu merupakan bahan kajian teori ini. Teori pragmatik akan
banyak berisi pengujian - pengujian teori tentang hubungan antara variabel
akuntansi dengan variabel perubahan atau perbedaan perilaku pemakai. Subjek
atau pemakai yang diukur perilakunya dapat berupa akuntan, pelaku pasar modal,
manajer, dan auditor. Yang dapat menjadi indikator perubahan perilaku antara
lain perubahan perilaku harga saham, voluma saham, kinerja manajer, kinerja
karyawan, kinerja perusahaan, dan perbedaan pemilihan metoda akuntansi.
Pengujian semacam itu melibatkan pengamatan terhadap apa yang nyatanya terjadi
(data empiris) dan memerlukan metoda pengujian tertentu (biasanya metoda
ilmiah).
Penalaran Deduktif Dan Induktif
1.
Penalaran Deduktif
Metode
penalaran deduktif dalam akuntansi adalah proses yang bermula dengan tujuan dan
postulat, yang dari sini diturunkan prinsip - prinsip logis yang memberikan
landasan bagi penerapan yang konkret dan praktis. Jadi, aturan atau penerapan
praktis berasal dari penalaran logis, postulat dan prinsip yang ditarik secara
logis seharusnya tidak hanya mendukung atau berusaha menjelaskan kelaziman
akuntansi atau praktik yang sekarang telah diterima. Struktur proses deduktif
mencakup hal - hal sebagai berikut:
1. Perumusan
tujuan umum dan khusus laporan keuangan
2. Pernyataan
mengenai postulat akuntansi yang berhubungan dengan bidang ekonomi, politik,
dan sosial dimana akuntansi harus berperan
3. Seperangkat
kendala untuk mengarahkan proses penalaran
4. Suatu
struktur, rangkaian simbol, atau kerangka acuan dimana ide - ide dapat
dinyatakan dan diikhtisarkan
5. Pengembangan
seperangkat definisi
6. Perumusan
prinsip atau pernyataan umum mengenai kebijakan yang diturunkan dari proses
logik
7. Penerapan
prinsip-prinsip dalam situasi khusus dan penetapan metode serta aturan
procedural
Dalam proses
deduktif, perumusan tujuan sangat penting karena tujuan yang berbeda dapat
mensyaratkan struktur yang sama sekali berbeda dan menghasilkan prinsip - prinsip
yang berbeda pula. Teori akuntansi harus cukup fleksibel untuk memenuhi
berbagai tujuan yang berbeda, tetapi cukup ketat untuk mempertahankan
keseragaman dan konsistensi dalam laporan keuangan kepada pemegang saham dan
masyarakat umum. Kendala merupakan pembatasan pengembangan prinsip yang
diturunkan dari tujuan dan postulat. Batasan -batasan ini diperlukan karena
beberapa keterbatasan lingkungan, khususnya yang disebabkan oleh ketidakpastian
mengenai masa yang akan datang dan perubahan di dalam lingkungan, misalnya
fluktuasi dalam nilai unit pengukur yaitu uang.
Simbol dan
struktur kerja umum diperlukan sebagai sarana pengkomunikasian ide - ide, dalam
akuntansi dapat berupa persamaan akuntansi dan beberapa laporan keuangan
turunan. Dalam struktur ini, laporan - laporan keuangan saling berkaitan guna
menjaga konsistensi internal. Kelemahan metode deduktif adalah jika setiap
postulat dan premis ternyata salah, maka kesimpulannya juga akan salah. Metode
ini juga dianggap menyimpang dari kenyataan untuk bisa menurunkan prinsip yang
realistis dan berguna, atau untuk memberikan dasar bagi aturan - aturan
praktis.
Pendekatan Induktif
Hubungan antara total pendapatan dan harga pokok proses
induktif meliputi penarikan kesimpulan umum dari pengamatan dan pengukuran yang
terinci. Pendekatan induktif tidak dapat dipisahkan dari pendekatan deduktif,
karena pendekatan deduktif memberikan petunjuk pemilihan data yang akan
ditelaah.Dalam akuntansi, proses induktif melibatkan pengamatan data keuangan
perusahaan. Jika terdapat hubungan yang berulang-ulang, maka generalisasi dan
prinsip dapat dirumuskan, sehingga ide dan prinsip yang baru dapat ditemukan,
khususnya bila pengamatan tidak dipengaruhi oleh prinsip dan praktek yang
berlaku.
Misalnya pengamatan terhadap sejumlah perusahaan dapat
dibuktikan kecenderungan historis dari penjualan masa lalu merupakan alat ramal
yang lebih baik untuk kas yang akan diterima dari pelanggan pada masa yang akan
datang ketimbang catatan kas yang sesungguhnya diterima pada masa lalu karena
adanya tenggang waktu dalam proses penagihannya. Keunggulan pendekatan induktif
adalah tidak perlu dibatasi oleh model atau struktur yang ditetapkan terlebih
dahulu. Para peneliti bebas mengadakan pengamatan yang dianggap relevan,
generalisasi atau prinsip yang telah dirumuskan harus ditegaskan dengan proses
logis pendekatan deduktif dan pembuktian kesimpulan. Kelemahan utama prosesi
induktif adalah bahan pengamat mungkin dipengaruhi oleh ide - ide di bawah
sadar mengenai hubungan apa yang relevan dan data apa yang harus diamati.
Kesulitan pendekatan induktif dalam akuntansi adalah data
mentah mungkin berbeda bagi setiap perusahaan, yang mungkin hubungannya berbeda
sehingga sulit menarik generalisasi penjualan mungkin konstan terus untuk
beberapa perusahaan, tetapi hal ini bukan berarti konsep laba kotor historis
merupakan pengukuran yang baik untuk meramalkan operasi suatu perusahaan pada
masa datang dalam seluruh kasus.
Teori induktif maupun deduktif bersifat deskriptif atau normatif. Teori deskriptif berusaha menguraikan dan menjelaskan apa dan bagaimana informasi keuangan disajikan serta dikomunikasikan kepada pemakai data akuntansi. Teori normatif menjelaskan data apa yang seharusnya dikomunikasikan dan bagaimana data itu harus disajikan.
Teori induktif maupun deduktif bersifat deskriptif atau normatif. Teori deskriptif berusaha menguraikan dan menjelaskan apa dan bagaimana informasi keuangan disajikan serta dikomunikasikan kepada pemakai data akuntansi. Teori normatif menjelaskan data apa yang seharusnya dikomunikasikan dan bagaimana data itu harus disajikan.
2.4 Verifikasi Teori Akuntansi
Berbagai
aspek teori akuntansi harus diverifikasi atau diuji vadilitasnya secara tepat
atas dasar penalaran logis, bukti empiris, daya prediksi, dan standar nilai
yang telah disepakati. Misalnya, teori akuntansi positif lebih tepat diuji atas
dasar bukti empiris. Sementara itu, teori akuntansi normatif akan lebih cocok
bila diuji atas dasar penalara logis. Validitas akan lebih meyakinkan bila
penalaran dilandasi oleh konsep yang relevan dan moralitas yang tinggi.
2.6 Struktur Akuntansi
Pendekatan dan
metodologi apapun yang digunakan dalam penyusunan teori akuntansi, rangka acuan
yang dihasilkan didasarkan serangkaian elemen dan hubungan yang mengatur
pengembangan teknik akuntansi. Struktur teori akuntansi terdiri dari beberapa
elemen -elemen berikut:
1. Pernyataan
tujuan laporan keuangan
2. Pernyataan
postulat dan konsep teoritis akuntansi yang terkait dengan asumsi lingkungan
dan sifat unit akuntansi. Postulat dan konsep teoritis diturunkan dari
pernyataan tujuan
3. Pernyataan
tentang prinsip - prinsip dasar yang didasarkan pada postulat dan konsep
teoritis.
4. Batang
tubuh teknik - teknik akuntansi yang diturunkan dari prinsip - prinsip
akuntansi
Ada tiga elemen dari teori
akuntansi, yaitu:
a. Postulat
akuntansi
b. Konsep
- konsep teoritis akuntansi
c. Prinsip
- prinsip akuntansi
2.7
Pengertian
Postulat, Konsep Teoritis, Prinsip dan Teknik Akuntansi.
Postulat
akuntansi adalah peryataan yang tidak memerlukan pembuktian atau aksioma,
berterima umum berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan,
menggambarkan lingkungan ekonomi, politik, sosiologi dan hukum tempat akuntansi
beroperasi.Konsep teoritis akuntansi adalah juga pemyataan yang tidak
memerlukan pembuktian atau aksioma, juga berterima umum berdasarkan
kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan sifat entitas
akuntansi yang beroperasi dalam ekonomi bebas yang dikarakteristikkan oleh kepemilikan
pribadi atas kekayaan.Prinsip akuntansi adalah aturan keputusan umum, yang
diturunkan baik dari tujuan dan konsep teoritis akuntansi, yang mengatur pengembangan
teknik - teknik akuntansi.Teknik akuntansi adalah aturan spesifik yang
diturunkan dari prinsip akuntansi untuk memperlakukan transaksi atau peristiwa
tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Praktik akuntansi dalam suatu negara harus selalu berkembang
untuk memenuhi tuntuan perkembangan dunia bisnis. Lebih dari itu, pratik
akuntansi juga harus dikembangkan secara sengaja untuk mencapai tujuan sosial
tertentu. Untuk itu, belajar praktik dan teknik akuntansi saja tidak cukup
karena praktik yang sehat harus dilandasi oleh teori yang sehat. Teori
akuntansi membahas berbagai masalah konseptual dan ideal yang ada di balik
praktik akuntansi. Teori akuntansi mempunyai peran penting dalam pengembangan
akuntansi yang sehat.
Pengertian teori akuntansi sangat bergantung pada kesepakatan
tentang pengertian akuntansi sebgagai seni, sains atau teknologi. Bila
dipandang sebagai sains, akuntansi akan bertujuan untuk mendapatkan kebenaran
atau validitas penjelasan tentang suatu fenomena akuntansi dengan menerapkan
metoda ilmiah. Bila akuntansi dipandang sebagai teknnologi, akuntansi
merupakan teknologi perangkat lunak yang harus dipelajari dan dikembangkan
untuk mencapai tujuan sosial tertentu. Dengan demikian akuntansi merupakan
suatu pengetahuan tentang perekayasaan informasi untuk mengendaliakan keuangan
negara.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar