Minggu, 18 Oktober 2015

MAKALAH TEORI AKUNTANSI



BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang

Perkembangan dunia  usaha di Indonesia yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan untuk dapat mengolah dan melaksanakan manajemen perusahaan menjadi lebih professional. Bertambahnya pesaing di setiap saat, mengharuskan setiap perusahaan menampilkan yang terbaik, baik dari segi kinerja perusahaan, dan strategi yang matang dalam segala segi termasuk dalam manajemen keuangan.
Akuntansi sendiri merupakan aktivitas manusia dan akan mempertimbangkan hal seperti “perilaku dan orang – orang”. Dalam hal informasi keuangan, atau alasan mengapa orang dalam organisasi dapat memilih untuk memberikan informasi tertentu ke kelompok pemangku kepentingan tertentu. Teori akan mencakup pertimbangan akan tujuan pelaporan eksternal, didasarkan pada perspektif tertentu peran akuntansi, memprediksi teori akuntansi positif , memprediksi bahwa kekuatan relatif dari kelompok pemangku kepentingan tertentu, pemberian informasi akuntansi kepada orang-orang diluar organisasi, memprediksi informasi akuntansi yang sah dan bahwa informasi akuntansi dapat digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan mempertahankan Teori Legitimasi.
Tujuan utama teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam memprediksikan dan menjelaskan perilaku serta kejadian - kejadian akuntansi. Teori didefinisikan sebagai konsep, definisi, dan dalil yang menyajikan suatu pandangan sistematis tentang fenomena, dengan menjelaskan hubungan antar variabel yang bertujuan untuk menjelaskan serta memprediksikan fenomena tersebut.
Akuntansi keuangan membahas tentang bagaimana prosedur, metode, dan tehnik pencatatan transaksi keuangan, dilakukan untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan yang telah ditetapkan. Standar akuntansi memberi pedoman ( pendefinisian, pengukuran, penilaian, pengakuan, dan pengungkapan elemen – elemen atau pos – pos laporan keuangan ) perlakuan akuntansi terhadap suatu kejadian.
Akuntansi yang dipraktikkan dalam suatu negara sebenarnya tidak terjadi begitu saja secara ilmiah namun praktik yang dijalankan dirancang dan dikembangkan secara sengaja untuk mencapai tujuan sosial tertentu. Dan praktik akuntansi dipengaruhi oleh faktor lingkungan ( sosial, ekonomi, politis ). Karena itu, struktur dan praktik akuntansi akan berbeda antara negara yang satu dengan yang lainnya ( perbedaan muncul dikarenakan struktur dan praktik tersebut disesuaikan dengan kondisi negara, tempat dimana akuntansi tersebut dijalankan ). Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk menulis Tugas Akademik mengenai, “TEORI AKUNTANSI”.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah dapat dirumuskan sebagai berikut.
1)      Apa itu Definisi Akuntansi dan  Teori  Akuntansi?
2)      Bagaimana Perspektif Teori Akuntansi?
3)      Bagaimana Verifikasi Teori Akuntansi?
4)      Bagaimana Struktur Akuntansi?

1.3    Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan yang dicapai dalam penelitian sebagai berikut.
1)      Untuk mengetahui pengertian dan hal yang berhubungan dengan Teori Akuntansi
2)      Untuk mengetahui perspektif, verifikasi, dan struktur akuntansi.


1.4    Manfaat
Penyusun mengharapkan, melalui karya tulis ini, para pembaca dapat menjadikan makalah ini sebagai bahan penambahan wawasan dan dapat menjadi bahan referensi atau acuan penulisan bagi penulis selanjutnya.



BAB II
ISI

2.1. Pengertian Akuntansi
Teori akuntansi sangat erat kaitannya dengan akuntansi keuangan bahkan teori akuntansi dijumpai khususnya dalam konteks keuangan. Pengertian teori akuntansi sangat bergantung pada pengertian atau pendefinisian akuntansi sebagai suatu bidang pengetahuan. Artinya, kedudukan akuntansi dalam tatanan (taksonomi) pengetahuan juga akan menentukan pengertian dan lingkup teori akuntansi. Perdebatan ditingkat akademik yang belum mencapai titik temu adalah jawaban atas pertanyaan apakah pengetahuan akuntansi dapat dikategori sebagai seni, sains atau teknologi.
Status yang jelas memudahkan pengembangan pengetahuan akuntansi untuk pencapaian tujuan sosial dan ekonomik tertentu. Lagi pula, kejelasan status akuntansi mempunyai implikasi arah studi dan praktik akuntansi.
Tidak ada definisi autoritatif yang cukup umum untuk dapat menjelaskan apa sebenarnya akuntansi itu. Oleh karena itu, banyak definisi yang diajukan para ahli atau buku teks tentang pengertian akuntansi, salah satunya akuntansi adalah bahasa bisnis untuk menyampaikan informasi keuangan kepada user. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita dalam mengelola keuangan. (Hongren, dkk., 2006)

2.2 Teori AKUNTANSI
Di balik praktik akuntansi sebenarnya terdapat seperangkat gagasan yang melandasi praktik tersebut berupa asumsi - asumsi dasar, konsep - konsep, penjelasan, deskripsi dan penalaran yang keseluruhannya membentuk bidang pengetahuan teori akuntansi. Teori akuntansi menjelaskan mengapa praktik akuntasi berjalan seperti yang diamati sekarang. Praktik akuntansi yang nyatanya berjalan di suatu negara belum tentu merefleksi pilihan terbaik ditinjau secara konseptual dan ideal serta dari tujuan yang ingin dicapai. Teori akuntansi membahas perlakuan - perlakuan dan model - model alternatif yang dapat menjadi jawaban atas masalah  -masalah yang dihadapi dalam praktik.
Arti Penting Teori Akuntansi
Teori akuntansi merupakan bagian penting dari praktik akuntansi. Pemahamannya oleh praktisi dan penyusun standar akan sangat mendorong pengembangan serta perbaikan menuju praktik yang sehat. Teori akuntansi menjadi landasan untuk memecahkan masalah-masalah akuntansi secara beralasan atau bernalar secara etis dan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. Masalah akuntansi yang dipecahkan secara semata-mata atas alasan pragmatik atau taktik cerdik, dapat dipastikan bahwa hasilnya tidak akan memadai dan tidak akan menuju ke praktik yang sehat.
Taktik cerdik memang memadai untuk menangani masalah yang sederhana. Untuk masalah - masalah yang kompleks dan berimplikasi luas, pemecahan masalah akan semakin bergantung pada kearifan (wisdoms) dan tilikan (insights) yang terkandung dalam teori yang sehat. Pengetahuan tentang teori akan mengimbangi keterbatasan pengalaman dan kepentingan praktis (kepentingan jangka pendek). Dengan teori, orang akan melihat masalah dengan perspektif yang lebih luas dan bebas dari hal-hal yang teknis atau rinci. Wright (1984) mengibaratkan makna teori sebagaimana melihat dari atas dalam suatu teater. Melihat dari atas bertujuan untuk menemukan pola, hubungan, konsep atau prinsip yang melandasi suatu sistem atau keadaan yang kompleks tanpa terbawah atau terkecoh oleh kompleksitas itu sendiri.
Pemecahan masalah akuntansi dengan taktik cerdik atas dasar pengalaman saja dapat disamakan dengan pemecahan masalah dengan coba - coba atau coba dan ralat (trial and error). Orang membatasi diri dengan menerapkan hasil pengalamannya sampai suatu saat menemukan cara terbaik yang sebenarnya, cara tersebut dapat ditemukan secara lebih efisien kalau dia menggunakan teori. Dengan kata lain, kemajuan profesi akan menajadi terhambat kalau praktisi dan profesi akuntansi sudah merasa cukup puas dengan pengalaman praktiknya. Lebih - lebih kalau praktisi tersebut mempunyai kekuasaan untuk memutuskan sesuatu (standar akuntansi) yang berimplikasi luas.
Praktik akuntansi yang baik dan maju tidak akan dapat dicapai tanpa teori baik yang melandasinya. Praktik dan profesi harus dikembangkan atas dasar penalaran (cause and reasons). Dari argumen-argumen tersebut, dapat diakatakan bahwa teori merupakan unsur yang penting dalam mengembangkan dan memajukan praktik akuntansi. Selanjutnya dikatakan bahwa teori obor yang menerangi praktik dengan prinsip-prinsip yang masuk akal .dalam kenyataanya praktisi disibukkan dengan adanya masalah aktual dan mendesak yang segera harus diselesaikan sehingga tidak sempat lagi untuk merenungkan teori – teori dibalik tindakannya.
Pengembangan Akuntansi
Seperangkat pengetahuan akuntansi (accounting body of knowledge) dapat dipandang dari dua sisi pengertian yaitu sebagai pengetahuan profesi (keahlian) yang dipraktikkan didunia nyata dan sekaligus sebagai disiplin pengetahuan yang diajarkan di perguruan tinggi. Dari segi profesi, akuntansi dipandang semata - mata sebagai serangkaian prosedur, metoda, dan tehnik tanpa memperhatikan teori dibalik paktik tersebut. Akuntansi dipandang sebagai pelaksanaan dan penerapan standar untuk menyusun seperangkat laporan keuangan. Dari profesi/praktisi ini, akuntansi berkepentingan dengan aspek bagaimana (how to accounting).
2.3 Perspektif Teori Akuntansi
Teori akuntansi dapat dikelompokkan dalam tiga tingkat utama, yaitu:
1.      Teori Sintaksis
2.      Teori Interpretasional (sematis)
3.      Teori Perilaku (pragmatis)
Teori Sintaksis
Teori ini berhubungan dengan struktur proses pengumpulan data dan pelaporan keuangan. Teori sintaksis mencoba menerapkan praktik akuntansi yang sedang berjalan dan meramalkan bagaimana para akuntan harus bereaksi terhadap situasi tertentu atau bagaimana mereka akan melaporkan kejadian - kejadian tertentu. Teori - teori yang berhubungan dengan struktur akuntansi antara lain teori praktek akuntansi tradisional yang disebut model Ijiri. Model ini menerangkan praktik akuntansi tradisional yang ditekankan pada sistem biaya historis/ harga perolehan (historical cost system). Diperlukan untuk memperoleh pandangan yang lebih luas tentang praktik yang sedang berlangsung. Teori ini memungkinkan untuk dievaluasi secara lebih tepat, juga memungkinkan pengevaluasian terhadap praktik - praktik yang ada, yang tidak sesuai dengan teori tradisional. Teori yang berhubungan dengan struktur akuntansi dapat diuji untuk melihat konsistensi logis dalam teori itu, atau untuk melihat apakah teori - teori itu benar - benar dapat meramalkan apa yang dikerjakan akuntan. Pengujian lain menunjukkan bahwa meskipun teori tradisional tidak lengkap, namun sudah menunjukkan variabel -  variabel yang relevan.
Teori Interpretasional (Semantis)
Teori ini berkonsentrasi pada hubungan antara gejala (obyek atau kejadian) dan istilah atau simbol yang menunjukkannya.Teori-teori yang berhubungan dengan interpretasi (semantik) diperlukan untuk memberikan pengertian dalil - dalil akuntansi yang bertujuan meyakinkan bahwa penafsiran konsep oleh para akuntan sama dengan penafsiran para pemakai laporan akuntansi.Pada umumnya, konsep akuntansi tidak dapat diinterpretasikan dan tidak mempunyai arti selain sebagai hasil prosedur akuntansi tertentu. Misalnya, laba akuntansi merupakan konsep buatan yang mencerminkan kelebihan pendapatan atas beban sesudah menerapkan aturan tertentu, untuk mengukur pendapatan dan beban. Teori interpretasi memberikan interpretasi yang berguna terhadap konsep buatan dan menilai prosedur akuntansi alternatif berdasarkan interpretasi.
Namun, konsep-konsep umum sering tidak dapat diinterpretasikan dan diberi pengertian yang berbeda oleh para peneliti yang berbeda. Misalnya, nilai tidak memiliki interpretasi khusus. Current value (nilai saat ini/nilai berlaku) akan mempunyai pengertian yang sama, sebelum menginterpretasikan kita harus melihat subkonsepnya dahulu sehingga terdapat kesepakatan yang jelas mengenai interpretasinya. Konsep nilai sekarang dari jasa yang akan datang, arus kas yang didiskontokan (discounted cash flows), harga pasar berlaku (current market prices), dan nilai bersih yang dapat direalisasikan (net realizable value) semuanya merupakan subkonsep dari nilai berlaku (current value) dan masing-masing dapat diberi aturan interpretasi khusus.

Teori Akuntansi Pragmatik
Teori akuntansi pragmatik memusatkan perhatiannya pada pengaruh informasi terhadap perubahan perilaku pemakai laporan. Dengan kata lain, teoi ini membahas reaksi pihak yang dituju oleh informasi akuntansi. Apakah informasi sampai ke yang dituju dan di interpretasi dengan tepat merupakan masalah keefektifan komunikasi. Apakah akhirnya pihak yang dituju informasi memakai informasi tersebut untuuk dasar pengambilan keputusan merupakan masalah kebermanfaatan informasi. Pada gilirannya, kebermanfaatan informasi akan menentukan keefektifan pencapaina tujuan pelaporan keuangan. Dalam mengukur kebermanfaatan informasi laba, mengidentifikasi konsep manfaat informasi.
Teori pragmatik membahas berbagai hal dan masalah yang berkaitan dengan eksternal maupun manajerial. Perubahan perilaku yang diharapkan terjadi akibat informasi akuntansi tertentu merupakan bahan kajian teori ini. Teori pragmatik akan banyak berisi pengujian - pengujian teori tentang hubungan antara variabel akuntansi dengan variabel perubahan atau perbedaan perilaku pemakai. Subjek atau pemakai yang diukur perilakunya dapat berupa akuntan, pelaku pasar modal, manajer, dan auditor. Yang dapat menjadi indikator perubahan perilaku antara lain perubahan perilaku harga saham, voluma saham, kinerja manajer, kinerja karyawan, kinerja perusahaan, dan perbedaan pemilihan metoda akuntansi. Pengujian semacam itu melibatkan pengamatan terhadap apa yang nyatanya terjadi (data empiris) dan memerlukan metoda pengujian tertentu (biasanya metoda ilmiah).   
Penalaran Deduktif Dan Induktif
1.         Penalaran Deduktif
Metode penalaran deduktif dalam akuntansi adalah proses yang bermula dengan tujuan dan postulat, yang dari sini diturunkan prinsip - prinsip logis yang memberikan landasan bagi penerapan yang konkret dan praktis. Jadi, aturan atau penerapan praktis berasal dari penalaran logis, postulat dan prinsip yang ditarik secara logis seharusnya tidak hanya mendukung atau berusaha menjelaskan kelaziman akuntansi atau praktik yang sekarang telah diterima. Struktur proses deduktif mencakup hal - hal sebagai berikut:
1.      Perumusan tujuan umum dan khusus laporan keuangan
2.      Pernyataan mengenai postulat akuntansi yang berhubungan dengan bidang ekonomi, politik, dan sosial dimana akuntansi harus berperan
3.      Seperangkat kendala untuk mengarahkan proses penalaran
4.      Suatu struktur, rangkaian simbol, atau kerangka acuan dimana ide - ide dapat dinyatakan dan diikhtisarkan
5.      Pengembangan seperangkat definisi
6.      Perumusan prinsip atau pernyataan umum mengenai kebijakan yang diturunkan dari proses logik
7.      Penerapan prinsip-prinsip dalam situasi khusus dan penetapan metode serta aturan procedural
Dalam proses deduktif, perumusan tujuan sangat penting karena tujuan yang berbeda dapat mensyaratkan struktur yang sama sekali berbeda dan menghasilkan prinsip - prinsip yang berbeda pula. Teori akuntansi harus cukup fleksibel untuk memenuhi berbagai tujuan yang berbeda, tetapi cukup ketat untuk mempertahankan keseragaman dan konsistensi dalam laporan keuangan kepada pemegang saham dan masyarakat umum. Kendala merupakan pembatasan pengembangan prinsip yang diturunkan dari tujuan dan postulat. Batasan -batasan ini diperlukan karena beberapa keterbatasan lingkungan, khususnya yang disebabkan oleh ketidakpastian mengenai masa yang akan datang dan perubahan di dalam lingkungan, misalnya fluktuasi dalam nilai unit pengukur yaitu uang.
Simbol dan struktur kerja umum diperlukan sebagai sarana pengkomunikasian ide - ide, dalam akuntansi dapat berupa persamaan akuntansi dan beberapa laporan keuangan turunan. Dalam struktur ini, laporan - laporan keuangan saling berkaitan guna menjaga konsistensi internal. Kelemahan metode deduktif adalah jika setiap postulat dan premis ternyata salah, maka kesimpulannya juga akan salah. Metode ini juga dianggap menyimpang dari kenyataan untuk bisa menurunkan prinsip yang realistis dan berguna, atau untuk memberikan dasar bagi aturan - aturan praktis.
Pendekatan Induktif
Hubungan antara total pendapatan dan harga pokok proses induktif meliputi penarikan kesimpulan umum dari pengamatan dan pengukuran yang terinci. Pendekatan induktif tidak dapat dipisahkan dari pendekatan deduktif, karena pendekatan deduktif memberikan petunjuk pemilihan data yang akan ditelaah.Dalam akuntansi, proses induktif melibatkan pengamatan data keuangan perusahaan. Jika terdapat hubungan yang berulang-ulang, maka generalisasi dan prinsip dapat dirumuskan, sehingga ide dan prinsip yang baru dapat ditemukan, khususnya bila pengamatan tidak dipengaruhi oleh prinsip dan praktek yang berlaku.
Misalnya pengamatan terhadap sejumlah perusahaan dapat dibuktikan kecenderungan historis dari penjualan masa lalu merupakan alat ramal yang lebih baik untuk kas yang akan diterima dari pelanggan pada masa yang akan datang ketimbang catatan kas yang sesungguhnya diterima pada masa lalu karena adanya tenggang waktu dalam proses penagihannya. Keunggulan pendekatan induktif adalah tidak perlu dibatasi oleh model atau struktur yang ditetapkan terlebih dahulu. Para peneliti bebas mengadakan pengamatan yang dianggap relevan, generalisasi atau prinsip yang telah dirumuskan harus ditegaskan dengan proses logis pendekatan deduktif dan pembuktian kesimpulan. Kelemahan utama prosesi induktif adalah bahan pengamat mungkin dipengaruhi oleh ide - ide di bawah sadar mengenai hubungan apa yang relevan dan data apa yang harus diamati.
Kesulitan pendekatan induktif dalam akuntansi adalah data mentah mungkin berbeda bagi setiap perusahaan, yang mungkin hubungannya berbeda sehingga sulit menarik generalisasi penjualan mungkin konstan terus untuk beberapa perusahaan, tetapi hal ini bukan berarti konsep laba kotor historis merupakan pengukuran yang baik untuk meramalkan operasi suatu perusahaan pada masa datang dalam seluruh kasus.
Teori induktif maupun deduktif bersifat deskriptif atau normatif. Teori deskriptif berusaha menguraikan dan menjelaskan apa dan bagaimana informasi keuangan disajikan serta dikomunikasikan kepada pemakai data akuntansi. Teori normatif menjelaskan data apa yang seharusnya dikomunikasikan dan bagaimana data itu harus disajikan.
2.4 Verifikasi Teori Akuntansi
Berbagai aspek teori akuntansi harus diverifikasi atau diuji vadilitasnya secara tepat atas dasar penalaran logis, bukti empiris, daya prediksi, dan standar nilai yang telah disepakati. Misalnya, teori akuntansi positif lebih tepat diuji atas dasar bukti empiris. Sementara itu, teori akuntansi normatif akan lebih cocok bila diuji atas dasar penalara logis. Validitas akan lebih meyakinkan bila penalaran dilandasi oleh konsep yang relevan dan moralitas yang tinggi.
2.6 Struktur Akuntansi
Pendekatan dan metodologi apapun yang digunakan dalam penyusunan teori akuntansi, rangka acuan yang dihasilkan didasarkan serangkaian elemen dan hubungan yang mengatur pengembangan teknik akuntansi. Struktur teori akuntansi terdiri dari beberapa elemen -elemen berikut:
1.      Pernyataan tujuan laporan keuangan
2.      Pernyataan postulat dan konsep teoritis akuntansi yang terkait dengan asumsi lingkungan dan sifat unit akuntansi. Postulat dan konsep teoritis diturunkan dari pernyataan tujuan
3.      Pernyataan tentang prinsip - prinsip dasar yang didasarkan pada postulat dan konsep teoritis.
4.      Batang tubuh teknik - teknik akuntansi yang diturunkan dari prinsip - prinsip akuntansi

Ada tiga elemen dari teori akuntansi, yaitu:
a.       Postulat akuntansi
b.      Konsep - konsep teoritis akuntansi
c.       Prinsip - prinsip akuntansi

2.7  Pengertian Postulat, Konsep Teoritis, Prinsip dan Teknik Akuntansi.
Postulat akuntansi adalah peryataan yang tidak memerlukan pembuktian atau aksioma, berterima umum berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan, menggambarkan lingkungan ekonomi, politik, sosiologi dan hukum tempat akuntansi beroperasi.Konsep teoritis akuntansi adalah juga pemyataan yang tidak memerlukan pembuktian atau aksioma, juga berterima umum berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan sifat entitas akuntansi yang beroperasi dalam ekonomi bebas yang dikarakteristikkan oleh kepemilikan pribadi atas kekayaan.Prinsip akuntansi adalah aturan keputusan umum, yang diturunkan baik dari tujuan dan konsep teoritis akuntansi, yang mengatur pengembangan teknik - teknik akuntansi.Teknik akuntansi adalah aturan spesifik yang diturunkan dari prinsip akuntansi untuk memperlakukan transaksi atau peristiwa tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Praktik akuntansi dalam suatu negara harus selalu berkembang untuk memenuhi tuntuan perkembangan dunia bisnis. Lebih dari itu, pratik akuntansi juga harus dikembangkan secara sengaja untuk mencapai tujuan sosial tertentu. Untuk itu, belajar praktik dan teknik akuntansi saja tidak cukup karena praktik yang sehat harus dilandasi oleh teori yang sehat. Teori akuntansi membahas berbagai masalah konseptual dan ideal yang ada di balik praktik akuntansi. Teori akuntansi mempunyai peran penting dalam pengembangan akuntansi yang sehat.
Pengertian teori akuntansi sangat bergantung pada kesepakatan tentang pengertian akuntansi sebgagai seni, sains atau teknologi. Bila dipandang sebagai sains, akuntansi akan bertujuan untuk mendapatkan kebenaran atau validitas penjelasan tentang suatu fenomena akuntansi dengan menerapkan metoda  ilmiah. Bila akuntansi dipandang sebagai teknnologi, akuntansi merupakan teknologi perangkat lunak yang harus dipelajari dan dikembangkan untuk mencapai tujuan sosial tertentu. Dengan demikian akuntansi merupakan suatu pengetahuan tentang perekayasaan informasi untuk mengendaliakan keuangan negara.


DAFTAR PUSTAKA






Tidak ada komentar:

Posting Komentar