Senin, 26 Oktober 2015

MAKALAH IKD PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN IPA



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Dewasa ini kata ilmu pengetahuan dan kata teknologi makin sering digunakan orang dalam ceramah maupun dalam percakapan sehari - hari. Baik dia seorang ilmuwan, politisi ataupun pengusaha, bahkan orang awam pun seringkali menyebut kedua kata itu. Penggabungan kedua kata itu memunculkan akrononim atau singkatan IPTEK. Kata sains diambil dari kata bahasa Latin sciencia yang berarti pengetahuan. Menurut filsafat ilmu, pengetahuan yang terkoordinasi, terstuktur dan sistematik disebut ilmu. Pengertian sains dibatasi hanya pada pengetahuan yang positif, artinya yang hanya dijangkau melalui indera kita. Pada mulanya ilmu hanya mempelajari alam, namun dalam perkembangannya juga mempelajari alam atau ilmu pengetahuan alam, dan dapat berarti ilmu pada umumnya. Dalam hal ini sains berarti ilmu pengetahuan alam.
Tidak dapat disangkal bahwa sains telah berkembang dengan pesat sekali terutama sejak abad 19 hingga sekarang. Sebagai ilustrasi, kemajuan dalam bidang elektronika memungkinkan kita dewasa ini dapat menyaksikan suatu peristiwa yang terjadi di luar negeri bahkan di angkasa luar melalui televisi pada saat peristiwa itu terjadi. Demikian pula dengan kemajuan dalam bidang biologi. Masih banyak lagi perkembangan sains yang bermanfaat dalam kehidupan sehari - hari maupun yang masih mengandung masalah bagi keselamatan manusia. Dengan  demikian, informasi akan terus bertambah dan berkembang dari masa ke masa, serta berkembang  sesuai  zamannya, sejalan dengan cara berfikir dan alat bantu yang ada pada saat itu. Oleh karena itu, pengetahuan alam sangat penting dalam kehidupan dan perkembangan zaman.
Sejalan dengan cara berfikir dan sifat manusia yang tidak pernah puas dengan apa yang sudah diketahuinya, menjadikan ilmu pengetahuan menjadi siklus yang akan terus berkembang. Munculnya istilah “metode ilmiah” tidak lepas dari hal di atas. Dalam hal ini, metode ilmiah merupakan jembatan untuk berkembangnya ilmu pengetahuan alam. Betapa pentingnya ilmu pengetahuan alam dengan bantuan metode ilmiahnya, menjadikan berbagai negara dan elemen - elemen di dalamnya berlomba - lomba untuk menjadi lebih baik lagi. Karena berbeda zaman akan berbeda pula pengetahuan yang di dapat serta bertambah pula pengetahuan yang ada. Ilmu pengetahuan alam sangat berpengaruh pada segala aspek dan segala bidang. Metode ilmiah menjadi suatu yang penting yang di dalamnya terdapat langkah - langkah operasional yang mendukung terciptanya pengetahuan.
Di era globalisasi saat ini, sangat dituntut untuk penemuan hal - hal yang baru, pengetahuan yang baru agar bisa bersaing dan bisa mengimbangi perkembangan yang ada. Dengan metode ilmiah IPA klasik, tercipta banyak sekali ilmu pengetahuan yang menjadi dasar untuk metode ilmiah IPA modern yang nantinya akan menemukan pengetahuan – pengetahuan yang baru dengan alat bantu dan cara berfikir yang lebih dari IPA klasik.

B.     RUMUSAN MASALAH
Sehubungan dengan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini dirumuskan sebagai berikut:
1.      Apa pengertian IPA dan metode ilmiah?
2.      Bagaimana sejarah dan perkembangan IPA?
3.      Apa saja ruang lingkup IPA dan bagaimana pengembangannya?
4.      Apa pengertian dan perbedaan IPA klasik dan IPA modern?

C.    TUJUAN
1.      Untuk mengetahui pengertian IPA dan metode ilmiah.
2.      Untuk mengetahui sejarah dan perkembangan IPA.
3.      Untuk mengetahui ruang lingkup IPA dan pengembangannya.
4.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan IPA klasik dan IPA modern beserta perbedaannya.

D.    MANFAAT
Makalah ini diharapkan memberikan pengetahuan tentang perkembangan dan pengembangan IPA dari zaman purba hingga sekarang. Meningkatkan minat mahasiswa maupun masyarakat untuk mempelajari dan lebih mendalami ilmu pengetahuan alam sebagai ilmu terapan yang membantu kehidupan manusia menjadi lebih efektif dan efisien, serta berfungsi dalam pengembangan IPTEK untuk generasi mendatang.


BAB II
ISI

A.    PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Ilmu pengetahuan alam adalah sekumpulan pengetahuan yang diperoleh melalui metode tertentu. Proses pencarian ini telah diuji kebenarannya secara bersama – sama  oleh beberapa ahli sains dan pemirsanya. Sains atau IPA berusaha menjelaskan apa saja yang termasuk bidang kajiannya dan untuk itu diperlukan objektivitas dan kejelasan metode. Selain itu sains berusaha meningkatkan taraf hidup, efisiensi, dan efektifitas kerja. Sejarah sains dari zaman ke zaman membantu manusia menemukan metode dan struktur yang tepat untuk bidang kajiannya. Pengetahuan yang di dapat, disimpan dan diajarkan kepada generasi berikutnya, dan terus dikembangkan dari generasi dulu, sekarang, sampai generasi yang akan datang.

B.     METODE ILMIAH SEBAGAI DASAR IPA
Metode ilmiah adalah prosedur atau cara dalam memperoleh pengetahuan yang disebut ilmu. Ini berarti bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah. Berbagai cara dilakukan manusia untuk memperoleh pengetahuan, baik melalui pendekatan nonilmiah maupun pendekatan ilmiah.
Adapun penemuan ilmu pengetahuan mereka melalui pendekatan nonilmiah diperoleh dengan 3 cara :
1)      Prasangka
2)      Intuisi
3)      Trial and error
Juga penemuan ilmu pengetahuan melalui pendekatan ilmiah dilakukan berdasarkan pemikiran rasional, pengalaman empiris (fakta) maupun referensi pengalaman sebelumnya. Berdasarkan metode ini, data atau fakta yang ada harus diuji terlebih dahulu sebelum diterima kebenarannya. Untuk menjadi suatu ilmu pengetahuan yang diakui harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut.
a.       Logis, yaitu pengetahuan tersebut masuk akal dan sesuai dengan kaidah - kaidah ilmu pengetahuan.
b.      Objektif, yaitu pengetahuan yang didapat harus sesuai dengan objeknya dan didukung oleh fakta empiris.
c.       Metodik, yaitu pengetahuan diperoleh dengan cara - cara tertentu yang teratur, dirancang, diamati, dan dikontrol.
d.      Sistematis, yaitu pengetahuan disusun dalam satu sistem yang saling berkaitan dan menjelaskan satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh.
e.       Berlaku umum atau universal, yaitu pengetahuan berlaku untuk siapa saja dan di mana saja yaitu dengan cara eksperimentasi yang sama akan diperoleh hasil yang sama.
f.       Kumulatif, yaitu sesuai dengan khasanah ilmu pengetahuan yang selalu bertambah dengan hadirnya ilmu pengetahuan yang baru. Ilmu pengetahuan yang terbukti salah harus diganti dengan ilmu pengetahuan yang benar.

Dalam operasionalnya, metode ilmiah memiliki langkah – langkah tertentu sebagai berikut.
        i.            Perumusan masalah
Yang dimaksud masalah adalah menyangkut topik atau objek yang diteliti dengan batasan yang jelas serta dapat diidentifikasi faktor - faktor yang terkait. Oleh sebab itu, masalah merupakan pertanyaan apa, mengapa atau bagaimana tentang objek yang diteliti itu.
        ii.            Penyusunan Hipotesis
Merumuskan dugaan sementara mengenai kemungkinan jawaban dari persoalan atau pertanyaan yang harus dijawab. Hipotesis bisa dibuat melalui intuisi atau logika. Hipotesis adalah serangkaian urutan logis di benak manusia yang masih harus dibuktikan dalam kenyataan.
      iii.          Pengujian Hipotesis
Merupakan upaya pengumpulan fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan dan diuji apakah fakta tersebut mendukung hipotesis atau tidak.
      iv.          Penarikan Kesimpulan
Kesimpulan diambil berdasarkan hasil analisis data untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak. Hipotesis yang diterima merupakan pengetahuan yang kebenarannya teruji secara ilmiah dan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan.
Berdasarkan logika, penarikan kesimpulan dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
1.      Logika Deduktif, cara berpikir dimana ditarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan bersifat umum.
2.        Logika Induktif,  terkait dengan empirisme (butuh dukungan fakta).
Selain langkah – langkah operasional, metode ilmiah juga memiliki sikap yang disebut sikap ilmiah, yaitu jujur, terbuka, objektif, toleran, skeptis, optimis, pemberani, kreatif, inovatif, selalu ingin tahu, teliti, hati – hati, seksama dalam bertindak, mengambil keputusan berdasarkan bukti, dan dapat membedakan antara opini dan fakta.

C.    SEJARAH PERKEMBANGAN IPA
1)      Zaman Purba
Sejarah perkembangan sains diawali dengan kegiatan pengamatan manusia atas peristiwa – peristiwa alam, seperti matahari yang terbit di sebelah timur dan tenggelam disebelah barat. Demikian pula pengamatan terhadap peredaran benda  - benda langit seperti bintang – bintang di malam hari merupakan awal perkembangan ilmu astronomi yang sangat berguna sebagai pedoman arah bagi pelayaran di laut.
Pada zaman ini manusia telah mencapai kemampuan dasar untuk perkembangan ilmu pengetahuan : membedakan macam – macam hal, mengumpulkan berdasarkan kelompok, mendesain alat – alat bantu kerja, meningkatkan efisiensi, dan sebagainya. Kemampuan dasar ini diperoleh untuk bertahan hidup dan berhadapan dengan alam yang keras. Bukti kemajuan teknologi dapat dilihat dari peninggalan di gua tempat tinggal mereka, alat berburu, lumbung tempat penyimpanan makanan, dan cara – cara pengawetan makanan secara sederhana untuk persediaan. Gambar di gua menunjukkan cara mereka berkomunikasi dan juga kebudayaan serta seni berkomunikasi yang mereka miliki.
2)      Zaman Kuno
Pada zaman ini peradaban sudah maju dalam rupa kerajaan di Cina, India, Mesir, Babilonia, dan Yunani. Adanya kerajaan dan pemerintah serta rakyat menunjukkan bagaimana manusia berinteraksi dan hidup bersama. Kemampuan bahasa sudah berkembang amat baik, yang dapat diihat dari kemanjuan ilmu pengetahuan seperti matematika dan astronomi, dan juga mitologi kuno yang tak bisa dilepaskan dari manisfestasi kerinduan manusia untuk mengerti gejala alam yang pada saat itu belum terpecahkan.
Di peninggalan di lembah Mesopotamia telah ditemukan 12 rasi bintang dengan nama – nama bintang yang merupakan hasil pengamatan mendetail para ahli terhadap pengamatan benda – benda di langit, dan untuk menghitung waktu yang sudah digunakan peredaran bulan dan matahari. Selain itu, di Mesir sudah didapatkan kemajuan ilmu matematika, ditemukan bilangan Phi () untuk rumus lingkaran dan benda – benda yang mempunyai unsur lingkaran, dipergunakannya jam matahari untuk mengatur kehidupan sehari – hari, pertanian di sekitar sungai Nil sudah menggunakan teknologi pula. Di Cina ditemukan banyak gambar bermakna sebagai tulisan dan syair kuno yang bijaksana. Selain itu juga terdapat alat hitung abacus (sempoa) untuk memudahkan pekerjaan menghitung.
Di sekitar 500 SM orang sudah berpikir sangat abstrak dan berbicara bahasa yang penuh simbolisme. Perkembangan filsafat di zaman Yunani Kuno merupakan cikal bakal perkembangan filsafat modern. Agama kuno di masa ini bercirikan politeisme. Di antara abad 15 – 16 SM telah ditemukan unsur besi, tembaga, dan perak yang tampak pada peralatan  - peralatan mereka. Pembuatan alat – alat perunggu juga telah ditemukan di Mesir.
3)      Zaman Yunani Kuno
Perkembangan ilmu pengetahuan berkembang pesat sekali pada zaman Yunani, disebabkan oleh kemampuan berpikir rasional dari bangsa Yunani. Pada tahap ini manusia tidak hanya menerima pengetahuan sebagaimana adanya, tetapi secara spekulatif mencoba mencari jawaban tentang asal - usul dan sebab - akibat dari segala sesuatu. Adapun tokoh-tokoh yang terkenal pada masa ini yaitu:
a)      Thales (624-548 SM)
Ahli filsafat dan matematika, pelopor dari segala cabang ilmu. Ia dianggap orang pertama yang mempertanyakan dasar dari alam dan segala isinya. Thales berpendapat bahwa pangkal segala sesuatu adalah air: dari air asal segala sesuatu, kepada air pula ia akan kembali. Disamping itu dia juga menyatakan bahwa bintang mengeluarkan cahaya sendiri, sedangkan bulan menerima cahaya dari matahari.
b)     Anaximenes (588-526 SM)
Berpendapat bahwa zat dasar adalah udara. Segala zat terjadi dari udara yang merapat dan merenggang. Pendapat ini mungkin dihubungkan dengan kenyataan bahwa manusia itu tergantung kepada pernafasan.
c)      Anaximander (610-546 SM)
Berpendapat langit dengan segala isinya itu mengelilingi bumi dan sebenarnya langit yang nampak itu hanya separohnya.
d)     Heraklitos (535-475 SM)
Menyatakan bahwa api adalah asal segala sesuatu, sebab api ini yang menggerakkan sesuatu, menghidupkan alam semesta, yang berubah - ubah sifatnya di dalam proses yang kekal. Yang kekal hanyalah perubahan, segala sesuatu adalah mengalir.
e)      Pythagoras (580-499 SM)
Mengemukakan 4 unsur dasar yaitu bumi, air, udara, dan api. Dalam bidang matematika menemukan dalil yang terkenal yaitu bahwa kuadrat panjang sisi miring sebuah segi tiga siku - siku sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi siku -sikunya.
f)       Empedokles (495-435 SM)
Menerima 4 unsur dasar menurut Pythagoras dan menyatakan bahwa sifat segala benda terjadi dari pencampuran keempat unsur itu dalam perbandingan yang berbeda. Keempat unsur itu adalah sifat panas, dingin, basah dan kering. Kering dan dingin membentuk bumi, panas dan kering unsur pembentuk api. Air dari basah dan dingin, udara dari basah dan panas. Selain itu juga dinyatakan bahwa segala benda yang sejenis akan tarik menarik,  sedang yang berlawanan akan tolak menolak.
g)      Leukippos dan Demokritos (460-370 SM)
Dalam mencari unsur dasar dari segala sesuatu Leukippos & Demokritos mengemukakan teori atom sebagai berikut : Zat memiliki bangun butir. Segala zat terdiri atas atom, yang tidak dapat dibagi, tak dapat dimusnahkan tak dapat diubah. Atom-atom dapat berbeda dalam jumlah dan susunan atom. Semua perubahan akibat dari penggabungan dan penguraian atom menurut hukum sebab-akibat. Tidak ada masalah kebetulan dan ciptaan yang ada hanyalah atom dan kehampaan.


h)     Plato (427-345 SM)
Menyangkal teori atom, yang menganggap bahwa kebaikan dan keindahan itu timbul dari sebab-akibat mekanik. Plato menyatakan bahwa pengetahuan yang benar adalah yang sejak semula telah ada dalam alam pikiran atau alam ide. Apa yang nampak oleh pancaindera hanyalah bayangan belaka. Pengalaman yang kekal dan benar adalah yang telah dibawa oleh roh dari alam yang gaib.
i)        Aristoteles (384-322 SM)
Menerima 4 unsur dasar: tanah, udara, air dan api dan menambahkan unsur yang kelima yaitu eter atau “quint essentia”. Ia menganggap unsur yang satu dapat berubah menjadi unsur yang lain, kecuali eter yang tak dapat berubah. Dari air dan tanah yang menjadi masak terjadi garam, biji dan logam. Emas adalah logam yang tidak mengandung tanah. Logam perak, tembaga, timah putih dan besi, pada dasarnya banyak mengandung tanah. Semua logam akan mengalami proses memasak menjadi logam mulia, yaitu emas. Pendapat bahwa unsur berubah menjadi unsur lain inilah yang menjadi dasar dari alkimia untuk mengubah logam biasa menjadi emas. Pendapat Aristoteles yang lain adalah bahwa untuk mencari pengetahuan yang benar adalah dengan jalan pikiran secara deduktif. Berbeda dengan Plato, Aristoteles menyangkal bahwa pengetahuan yang benar itu berasal dari dunia yang gaib. Melainkan menghargai pengetahuan yang diperoleh dan dibuktikan dengan pancaindera.
j)       Ptolomeus (127-151)
Berpendapat bahwa bumi sebagai pusat jagat raya, bintang dan matahari mengelilingi bumi (geosentrisme). Planet beredar melalui orbitnya sendiri dan terletak antara bumi dan bintang. Karya Ptolomeus ditulis sekitar tahun 150 dan diberi nama Syntaxis, yang kemudian oleh bangsa Arab dinamakan Almagest yang menjadi ensiklopedia dalam ilmu perbintangan. Pendapat dan pandangan dari Aristoteles serta Ptolomeus berpengaruh sangat lama sampai dengan menjelang zaman modern, yaitu sampai zaman Galileo, geosentrisme diganti dengan heliosentris (matahari sebagai pusat jagat raya).
4)      Zaman Pertengahan
Zaman ini ditandai dengan karya para teolog yang juga bekerja dibidang ilmu pengetahuan alam. Perkembangan berpikir dan penemuan baru banyak terjadi di zaman ini. Perumusan hukum alam mendasar  digabungkan dengan karya para teolog menjadi warna pada zaman ini. Berpadunya agama Islam dan Kristen dalam menggali ilmu pengetahuan membuat penemuan demi penemuan menjadi fenomenal dan sangat berguna untuk perkembangan sains di zaman selanjutnya. Kebudayaan Yunani ditemukan kembali lewat penterjemahan karya Plato dan Aristoteles oleh beberapa filsuf Arab , yang dipadukan dengan penemuan sains ditambah dengan hasil penyelidikan matematika (aljabar dan arithmatika) serta penemuan di lingkup kedokteran dan ilmu bumi mewarnai perkembangan ilmu pengetahuan alam berikutnya.
5)      Zaman Sains Modern pada Zaman R enaissance
Zaman ini ditandai dengan bangkitnya akal budi yang melepaskan diri dari dogma – dogma agama. Dimulai dari revolusi Kopernikus (1473 – 1543) yang merumuskan bahwa alam semesta ini heliosentris, yang bertentangan dengan ide geosentrisme dari Ptolomeus. Johannes Keppler (1571 -  1630) merumuskan orbit benda – benda angkasa yang berupa elips dan juga meramalkan terjadinya gerhana matahari dan bulan dengan menghitung posisi benda langit tersebut.
Konsep ini diteliti lanjut oleh Galilieo Galilei (1564 – 1642) dengan teleskopnya yang juga menemukan planet Jupiter dan membuktikan bahwa di bulan juga ada kawah, dan planet juga tidak mempunyai cahaya sendiri. Langkah – langkah ilmiah Galilieo mulai dikenal dan dilakukan dalam penyelidikan ilmiah yaitu, observasi, eliminasi, idealisasi dan penyusunan teori secara spekulatif, yang disebut prediksi, serta setiap saat bisa dilakukan pengukuran dan percobaan. Zaman modern ini sering disebut dengan zaman sains rasionalis, karena lebih mementingkan rasio dalam menjelaskan alam.
6)      Zaman Pola Pikir Induksi
Zaman ini ditandai dengan pola pikir induksi telah mulai digunakan sebagai landasan dalam penyelidikan ilmiah. Zaman ini sering disebut juga zaman timbulnya empirisme besar – besaran yang benar – benar menghantar sains ke kemajuan teknologi.
Penemuan cahaya oleh Christian Huygens dan juga perumusan mekanika klasik dari Isaac Newton mengawali zaman ilmu pengetahuan alam baru  yang sama sekali lain dari zaman sebelumnya. Zaman modern ini ditandai dengan sederetan penemuan penting di bidang ilmu alam, yang harus diakui ditunjang oleh cara penelitian dan eksperimen tentang alam dan metode baru. Banyak filsuf baru lahir dan memberi warna dalam pencarian di lapangan ilmu alam.
Zaman perkembangan sains pasca Newton adalah zaman keemasan bagi ilmu pengetahuan alam. Zaman berpikir induksi pada dasarnya adalah zaman empirisme, yang meletakkan dasar pengetahuan pada hasil eksperimen dan pemikiran. Teori dan hukum alam, baru ditemukan pada zaman ini dan hukum – hukumnya berlaku hingga saat ini. Masyarakat ilmiah menjadi begitu besar dan perkembangan pengetahuan juga menghasilkan teknologi maju yang tidak terpikirkan sebelumnya. Penemuan mesin uap oleh James Watt (1736 – 1819) memicu terjadinya era keemasan teknologi karena dalam waktu singkat industri – industri mengalami otomatisasi dengan menggunakan mesin – mesin.
7)      Zaman Kontemporer
Zaman ini ditandai dengan kemajuan ilmu alam terutama fisika. Dizaman ini manusia sudah mendapatkan hukum kekekalan materi dan energi. Hubble dengan teleskopnya telah melihat dinamika di alam raya, dan besarnya alam raya melebihi yang dibayangkan sebelumnya. Teori tentang asal – usul alam semesta ditemukan dengan pendekatan baru dari hasil penemuan terbaru masa itu. Lahirnya teori Big Bang (Dentuman Besar) oleh Stephen Hawking juga menimbulkan banyak kontroversi pada saat itu. Mekanika kuantum dengan sukses melegakan banyak pihak pemerhati atom dan partikel elementer karena banyak masalah yang bisa dijelaskan dengan teori kuantum ini.
Kemajuaan di zaman kontemporer ini ditandai dengan penemuan beberapa teknologi canggih, misalnya teknologi komunikasi dan informasi. Komputer sangat memudahkan kerja perhitungan di banyak bidang. Perhitungan rumit yang tadinya dilakukan dengan kemampuan otak yang memakan waktu sekarang dapat dilakukan dengan bantuan komputer yang bekerja sebagai mesin. Komputer juga membantu menusia melihat secara visual ide – ide yang dipikirkan dan dihitung.
8)      Sains di Masa Depan
Sains di masa depan adalah sains digital. Karenanya manusia akan menghadapi kenyataan baru, yakni kenyataan virtual. Pesatnya laju komunikasi antara komputer besar maupun kecil, sekecil telepon genggam, membuat realitas fisika yang selama ini dipelajari dalam ilmu alam menjadi dunia yang sama sekali tidak menyentuh realitas yang akan dibicarakan di masa depan. Bahkan kemajuan sains di dunia elektronika dan komputer ini mengubah warna sains empiris maupun sains deduktif yang selama ini kita pelajari.Warna baru sains ini juga akan mengubah peta perkembangan pengetahuan secara umum, bahkan sampai realitas sosial sekalipun. Teori – teori perkembangan pengetahuan yang selama ini dipelajari akan mempunyai warna baru pada era digital di masa yang akan datang. Perkembangan realitas maya ini sangat menarik bagi pengamatannya. Tanpa aspek kesadaran, maka pelaku zaman bisa hanyut dalam rumitnya dunia maya ini.
Sebagai gambaran ringkas, skema perkembangan IPA dapat dilihat pada tabel berikut.
Ilmu
2000 SM - 300
300 - 1400
1400 - 1600
Abad ke - 17
Abad ke - 18
Abad ke – 19
Abad ke - 20
Mate-matik-a
Ilmu Hitung
Geometri
Logika
Teori bilangan
Aljabar
Geometri analitik
Trigonometri


Probalitas dan statiska
Persamaan deferensial
Kalkulus
Geometri analitis
Topologi

Teori Informasi
Teori Fungsi
Geometri noneuclid
Logika Matematik-a
Fisika

Mekanika
Optika

Termodina-mika
Listrik dan kemagnetan

Kristalogr-afi
Cryogenik
Mekanika statiska
Mekanika kuantum
Fisika partikel
Fisika nuklir
Fisika plasma
Fisika atom
Fisika molekul
Fisika zat padat
Fisika relativitas
Kimia

Alkimia

Kimia anorganik
Kimia kedokter-an
Kimia analitis
Farmakolog-i
Biokimia
Kimia Organik
Kimia kuantum
Kimia fisika
Kimia nuklir
Kimia polimer
Astro-nomi
Kosmologi
Astronomi posisi
Mekanika benda – benda langit
Astronomi fisika



Astronauti-ka
Radio astronomi
Astrofisik-a
Geolo-gi
Eksplorasi
Geodesi
Mineralogi
Meteorologi



Geofisika
Stratigrafi
Sejarah geologi
Paleontolog-i
Mineralogi
Petrologi
Geomorfolo-gi
Geografi fisis
Struktur geologi
Geokimia
Hidrologi
Oceanolog-i
Biolo-gi
Ilmu obat – obatan
Fisiologi
Anatomi
Botani dan Zoologi
Embriologi
Pathologi

Mikrobiolo-gi
Taksonom-i
Biofisika
Anatomi perbandinga-n
Citologi
Histologi
Biokimia
Ekologi
Radiobiol-ogi
Biologi molekul
Genetika
Sosial
Pemerintahan
Sejarah
Filsafat
Poltik


Ekonomi
Arkeologi
Antropologi fisik
Sosiologi
Antropolo-gi budaya
Psikologi


D.    PERKEMBANGAN IPA
Untuk menjelaskan fenomena alam, maka perlu dilakukan pengamatan atau penelitian yang terus - menerus. Suatu penelitian tentu diperlukan landasan pengamatan atau teori yang sudah ada. Landasan atau strata ilmu dapat dibagi atas tiga, yaitu:
1.      Hipotesis
Merupakan strata ilmu yang paling rendah, berupa dugaan atau prediksi yang diambil berdasarkan pengetahuan atau teori yang sudah ada untuk menjawab penelitian yang sedang dilakukan.
2.      Teori
Merupakan strata ilmu yang lebih tinggi dari hipotesis, berupa landasan ilmu yang telah teruji kebenarannya, namun teori masih mungkin untuk dikoreksi dengan teori baru yang lebih tepat.
3.      Hukum dan dalil
Merupakan strata ilmu yang paling tinggi, berupa teori yang telah diuji terus-menerus dan diketahui tidak ditemukan adanya kesalahan.
Ilmu pengetahuan akan terus berkembang sejalan dengan sifat manusia yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah dipunyai atau diketahuinya. Berdasarkan hal tersebut, maka ilmu pengetahuan merupakan siklus ilmu dengan penelitian sebagai intinya yang tidak pernah terputus, bahkan ia akan semakin membesar dan meluas.


E.     RUANG LINGKUP IPA DAN PENGEMBANGANNYA
1.      Klasifikasi IPA
Ilmu pengetahuan alam dapat dibagi menjadi tiga bidang utama yaitu:
a.       Ilmu Sosial dan Budaya; membahas hubungan antarmanusia sebagai makhluk sosial, yang selanjutnya dibagi atas:
*  Psikologi, mempelajari proses mental dan tingkah laku.
*  Pendidikan, proses latihan yang terarah dan sistematis menuju ke suatu tujuan.
b.      Antropologi, mempelajari asal usul dan perkembangan jasmani, sosial, kebudayaan dan tingkah laku sosial.
c.       Etnologi, cabang dari studi antropologi yang dilihat dari aspek sistem sosio-ekonomi dan pewarisan kebudayaan terutama keaslian budaya.
d.      Sejarah, pencatatan peristiwa - peristiwa  yang telah terjadi pada suatu bangsa, negara atau individu.
e.       Ekonomi, yang berhubungan dengan produksi, tukar-menukar barang produksi,  pengolahan dalam lingkup rumah tangga, negara atau perusahaan.
f.       Sosiologi, studi tentang tingkah laku sosial, terutama tentang asal usul organisasi, institusi, perkembangan masyarakat.
g.      Ilmu Pengetahuan Alam, yang membahas tentang alam semesta dengan semua isinya.
h.      Fisika, mempelajari benda tak hidup dari aspek wujud dengan perubahan yang bersifat sementara, seperti bunyi cahaya, gelombang magnet, teknik kelistrikan, teknik nuklir.
i.        Kimia, mempelajari benda hidup dan tak hidup dari aspek susunan materi dan perubahan yang bersifat tetap. Kimia secara garis besar dibagi menjadi kimia organik (protein, lemak) dan kimia anorganik (NaCl), hasil dari ilmu ini dapat diciptakan seperti plastik, dan bahan peledak.
j.        Biologi, yang mempelajari makhluk hidup dan gejala - gejalanya.
k.      Botani, ilmu yang mempelajari tentang tumbuh – tumbuhan.
l.         Zoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan.
m.    Morfologi, ilmu yang mempelajari tentang struktur luar makhluk hidup.
n.      Anatomi, suatu studi tentang struktur dalam  atau bentuk dalam makhluk hidup.
o.      Fisiologi, studi tentang fungsi atau faal/organ bagian tubuh  makhluk hidup.
p.      Sitologi, ilmu yang mempelajari tentang sel secara mendalam.
q.      Histologi, studi tentang jaringan tubuh atau organ makhluk hidup yang merupakan serentetan sel sejenis.
r.        Palaentologi, studi tentang makhluk hidup masa lalu.
s.       Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa, yaitu studi tentang bumi sebagai salah satu anggota tata surya, dan ruang angkasa dengan benda angkasa lainnya.
t.        Geologi, yang membahas tentang struktur bumi. (yang bahasannya meliputi dari ilmu kimia dan fisika) contoh dari ilmu ini  petrologi (batu-batuan), vukanologi (gempa bumi), mineralogi (bahan-bahan mineral).
u.      Astronomi, membahas benda - benda ruang angkasa dalam alam semesta yang meliputi bintang, planet, satelit dan lainnya. Manfaatnya dapat digunakan dalam navigasi, kalendar dan waktu

2.      Pemfokusan dan pembentukan multidisiplin ilmu
a.        Pemfokusan Ilmu
Dengan pengembangan ilmu yang begitu cepatnya, terutama mulai awal abad ke-20 menyebabkan klasifikasi ilmu berkembang ke arah disiplin ilmu yang lebih spesifik. Sebagai contoh, dalam disiplin fisika telah terjadi pemfokusan menjadi berbagai subdisiplin fisika, antara lain bunyi dan getaran, magnet, listrik, optik, mekanika, dan fisika modern.
Selanjutnya, subdisiplin ilmu tersebut berkembang menjadi spesialisasi tertentu. Sehingga, tidak memungkinkan lagi seseorang dapat menguasai beberapa atau bahkan satu bidang ilmu tertentu dengan sempurna. Untuk dapat menguasai ilmu dengan baik, maka seorang ahli akan lebih memfokuskan atau menspesialisasikan dirinya dalam salah satu fokus disiplin ilmu tertentu.
b.        Multidisiplin dan Interdisiplin Ilmu
Multidisiplin ilmu merupakan ilmu pengetahuan yang cakupan pembahasannya menggunakan lebih dari satu kelompok disiplin ilmu, misal kelompok IPA dan IPS. Contoh multidisiplin ilmu adalah lingkungan, yang dapat mengkolaborasikan ilmu IPA dan IPS. Sedangkan interdisiplin ilmu merupakan ilmu pengetahuan yang cakupan pembahasannya menggunakan satu kelompok disiplin ilmu saja. Contoh interdisiplin ilmu adalah ilmu komputer yang dikembangkan dari disiplin IPA.
Perkembangan interdisiplin IPA pun cukup banyak dan berkembang sangat pesat. Sehingga perkembangan tersebut sangat mempengaruhi pola pandang dan kehidupan sosial saat ini. Oleh karena itu, suatu ilmu yang dikembangkan berdasarkan interdisiplin ilmu tetapi karena dampak sosial perlu diperhitungkan, sehingga pembahasannya berubah menjadi multidisiplin ilmu.

F.     IPA KLASIK DAN IPA MODERN
1.      IPA KlASIK
Bila ditinjau dari pengertian klasik sendiri, maka dapat diartikan bahwa yang klasik umumnya bersifat tradisional berdasarkan pengalaman, kebiasaan, atau naluri semata. Meskipun ada kreasi, namun merupakan tiruan dari keadaan alam sekitar.
IPA klasik merupakan suatu proses IPA di mana teori dan eksperimen memiliki peran saling melengkapi dan memperkuat. IPA klasik memiliki kajian yang bersifat makroskopik, yakni mengacu pada hal-hal yang berskala besar dan kaidah pengkajiannya menggunakan cara tradisional.
IPA klasik secara umum, sebagai contoh digambarkan pembuatan ragi tempe dan juga ragi tapis, meskipun hanya berdasarkan pengalaman petani, namun tanpa disadari petani tersebut telah berkecimpung dalam bidang mikrobiologi, mikologi, dan tentu saja tidak lepas dari ilmu fisika yang mendasarinya. Contoh lain, pembuatan gula kelapa merupakan proses fisika bersama - sama kimia yang telah tinggi tingkatannya, juga pembuatan terasi, ikan asin, rendang, dan telor asin adalah merupakan karya IPA klasik. Petani pembuat / pengrajin sama sekali tidak mengetahui proses yang terjadi dalam mewujudkan karyanya. Demikian pula segala kegiatan yang merupakan larangan berdasarkan kepercayaan. Dengan kata lain, dianggap tabu adalah merupakan usaha untuk mempertahankan keseimbangan lingkungan, sebagai contoh tokek tidak boleh dibunuh, ikan di suatu tempat angker tidak boleh dimakan. Mereka tidak melakukan penelitian dan pengujian, namun hanya berdasarkan pengalaman dari nenek moyangnya.

2.      IPA MODERN
IPA modern adalah suatu proses IPA di mana penekanan terhadap teori lebih banyak dari pada praktek. IPA modern memiliki telaahan yang bersifat mikroskopik, yakni sesuatu yang bersifat detail dan berskala kecil. Selain itu, IPA modern menerapkan teori eksperimen, di mana ia menggunakan teori yang telah ada untuk eksperimen selanjutnya.
IPA modern diperoleh atas dasar penelitian dengan menggunakan metode ilmiah disertai pengujian berulang kali sehingga diperoleh ilmu yang mantap, baik untuk terapan atau ilmu murni. Banyak contoh kegiatan IPA modern, seperti pemanfaatan energi matahari untuk kegiatan yang berkaitan dengan listrik untuk transportasi, industri dan rumah tangga, yaitu pemanfaatan foron untuk menimbulkan aliran muatan listrik (elektron) karena perbedaan panas, sehingga terbentuklah sel pembangkit listrik.
Dengan energi panas bumi dapat diperoleh tenaga listrik. Dalam kaitannya dengan alam lingkungan, untuk menciptakan suasana bersih, timbul pemikiran pemanfaatan sampah sisa organisme, seperti jerami, sisa tanam-tanaman lain, dan kotoran hewan diproses dengan bantuan bakteri dalam kondisi tertentu sehingga menghasilkan gas - gas yang ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar. Proses di atas sering disebut sebagai energi biogas.

PERBEDAAN IPA MODERN DAN IPA KLASIK
Berdasarkan pengertian IPA Klasik dan IPA Modern yang dipaparkan di atas, dapat diketahui bahwa penggolongan IPA menjadi IPA Klasik dan IPA Modern didasarkan pada konsepsi, yang meliputi cara berfikir, cara memandang, dan cara menganalisis suatu gejala alam. Namun pada IPA Klasik, suatu pengetahuan didapatkan dari awal, yakni didasarkan dari hasil eksperimen yang dilakukan dan kajian pada IPA Klasik lebih dangkal karena terbatas pada media atau alat bantu penelitian. Sedangkan pada IPA Modern, suatu pengetahuan diperoleh melalui eksperimen yang dilakukan dengan berkiblat pada teori yang telah ada dan dengan bantuan teknologi yang lebih canggih dan maju, maka kajian dari IPA Modern lebih mendetail. Sehingga diperoleh pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu fenomena alam. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa IPA Modern merupakan pengembangan dari IPA Klasik.

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
IPA berkembang dengan sangat pesatnya sejalan dengan sifat manusia yang mempunyai rasa ingin tahu atau curiousity yang juga selalu berkembang (dinamis). Dengan sifat ini, dalam benak manusia selalu bertanya karena keingintahuannya: apa sesungguhnya (what), bagaimana sesuatu terjadi (how), dan mengapa demikian (why).
Adanya kemampuan berpikir pada manusia tersebut yang menyebabkan terus berkembangnya rasa ingin tahu tentang segala yang ada di alam semesta. Pengetahuan yang diperoleh dari alam semesta ini selanjutnya merupakan dasar perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dimulai sejak Zaman Purba, Zaman Kuno Zaman Yunani Kuno, Zaman Pertengahan, Zaman Modern pada Zaman Renaissance, Zaman Pola Pikir Induksi, Zaman Kontemporer, hingga Sains di Masa Depan serta terbagi atas masa IPA Klasik dan IPA Modern. Dengan adanya perkembangan IPA di berbagai bidang saat ini banyak terdapat penemuan - penemuan baru yang berguna dalam kehidupan manusia.
Ilmu ini terus berkembang, bertambah luas dan mendalam sesuai dengan hasil - hasil penemuan dan penyelidikan baru, menyebabkan timbulnya cabang - cabang ilmu yang dikenal sebagai: Fisika, Kimia, Biologi, dan Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA). Ilmu pengetahuan alam memberikan sumbangan yang besar terhadap kemajuan peradaban sekarang. Karena melalui teori yang di terapkan ini untuk memudahkan pekerjaan manusia.

B.     SARAN
Saran kami sebagai penulis ialah kita sebagai generasi muda penerus bangsa seharusnya lebih meningkatkan ilmu pengetahuan yang kita miliki dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang sudah ada demi kemajuan bangsa Indonesia. Kita juga sudah sepatutnya meneladani sikap – sikap ilmiah dalam IPA, agar sejak dini, sikap – sikap tersebut sudah tertanam dalam benak kita dan dapat berguna bagi masyarakat luas dan negara. Penerapan metode ilmiah juga sebaiknya kita lakukan, yaitu kita harus menguji kebenaran dari segala aspek baik yang kita lihat maupun yang kita dengar dan harus selalu sesuai dengan realita yang ada.



DAFTAR PUSTAKA

Poedjiadi Anna. 2010. Sains dan Teknologi Masyarakat. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Drs. Hamdani, M.A. 2011. Filsafat Sains. Bandung: CV Pustaka Setia.
Wonorahardjo Surjani. 2009. Dasar – Dasar Sains. Jakarta: PT Indeks.









1 komentar: