Senin, 26 Oktober 2015

IKD PENDEKATAN ILMIAH DAN NON ILMIAH

ILMU KEALAMAN DASAR

SOAL             :
Berikan contoh minimal 3 contoh, penerapan pendekatan non ilmiah dan penerapan pendekatan ilmiah yang sesuai dengan program study Akuntansi!

JAWABAN    :
AKUNTANSI DALAM PENDEKATAN NON TEORITIS (Non Ilmiah)
Dalam teori akuntansi, pendekatan non teoritis terdiri dari dua pendekatan, yaitu :
1.      Pendekatan Pragmatis , adalah penyusunan teori yang ditandai dengan penyesuaian terhadap praktik yang sebenarnya, yang bermanfaat untuk memberi saran solusi praktis.
2.      Pendekatan Otoriter, adalah penyusunan teori akuntansi yang umumnya digunakan oleh organisasi profesi terdiri dari penyajian sejumlah peraturan praktik – praktik akuntansi.
Kedua pendekatan ini, berasumsi bahwa teori akuntansi dan teknik – teknik yang dihasilkan harus didasarkan pada pemanfaatan secara maksimal laporan keuangan, apabila akuntansi diharapkan memiliki fungsi yang bermanfaat. Contoh penerapan kedua pendekatan ini , yaitu sebagai berikut.
v Pengembangan teori akuntansi didasarkan pada praktik akuntansi secara langsung.
v Pengukuran nilai persediaan berdasarkan praktik atau transaksi yang sesungguhnya.
v Penerapan teori akuntansi yang didasarkan pada rasionalisasi pencatatan berpasangan. Pemilihan tehnik  - tehnik akuntansi atas dasar upaya untuk mempertahankan persamaan akuntansi yaitu persamaan neraca dan persamaan profit akuntansi. Dua persamaan dalam pendekatan akun ini menghasilkan pengembangan dua posisi dalam proses penyusunan standar, yang dinamakan posisi berorientasi neraca dan posisi berorientasi profit.
Dalam setiap kasus, pendekatan ini, seperti halnya pendekatan pragmatis maupun otoritarian, juga menghadapi kendala kurangnya landasan teoritis.


AKUNTANSI DALAM PENDEKATAN TEORITIS (Ilmiah)
Pendekatan teoritis yang mendasari berkembangnya teori akuntansi terdiri dari enam pendekatan, yaitu :
1.    Pendekatan Deduktif, adalah pendekatan yang menggunakan logika bermula dari hal – hal yang bersifat umum dan secara khusus dapat ditarik kesimpulannya. Pendekatan ini bergerak dari umum (dalil awal tentang lingkungan akuntansi) ke khusus (prinsip akuntansi dan tehnik akuntansi).
2.    Pendekatan Induktif, adalah penyusunan dari suatu teori diawali dengan observasi dan pengukuran, serta berlanjut pada kesimpulan umum. Pendekatan induktif diawali dengan observasi mengenai informasi keuangan dari perusahaan bisnis dan dilanjutkan dengan menyusun generalisasi dan prinsip – prinsip akuntansi dari observasi tersebut berdasarkan kepada hubungan yang berulang kembali.
3.    Pendekatan Etis atau etika, berkaitan dengan moral dan perilaku baik dan buruk. Pendekatan etis dalam perumusan teori akuntansi harus ditekankan pada konsep kewajaran, kejujuran, keadilan, dan kebenaran.
4.    Pendekatan Sosiologi, menekankan pada akibat – akibat sosial yang ditimbulkan tehnik – tehnik akuntansi yang merupakan perluasan konsep kewajaran yang dinamakan kesejahteraan sosial. Pendekatan ini mengasumsikan adanya nilai  nilai sosial yang mapan yang dapat digunakan sebagai kriteria dalam penyusunan teori akuntansi.
5.    Pendekatan Ekonomi, adalah dalam perumusan teori akuntansi ditekankan adanya indikator – indikator ekonomi makro seperti inflasi harus dipertimbangkan yang dapat memberikan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan.
6.    Pendekatan Elektik, artinya memilih di antara berbagai macam kombinasi pendekatan yang cocok dan sesuai dengan standar yang bersangkutan, dimana pendekatan yang terbaik dan yang paling relevan dengan kegunaannyalah yang akan dipakai.


Contoh penerapan pendekatan teoritis dalam akuntansi, adalah sebagai berikut.
Ø  Merumuskan dan menetapkan tujuan pelaporan keuangan.
Ø  Memilih dan menetapkan postulat – postulat teori akuntansi.
Ø  Menetapkan dan mengembangkan prinsip logis dan tehnik – tehnik akuntansi.
Ø  Menganalisis dan mengklasifikasi hasil amatan untuk mendeteksi hubungan peristiwa yang telah terjadi berulang – ulang.
Ø  Melakukan pengamatan dan pencatatan atas hasil amatan.
Ø  Menarik kesimpulan yang menunjukkan adanya hubungan peristiwa yang berulang.
Ø  Melakukan pengujian atas kesimpulan yang dibuat untuk mecari kebenarannya.
Ø  Menyajikan informasi akuntansi yang objektif dan adil dilihat dari pendistribusian dan pengungkapannya.
Ø  Adanya akuntansi sosial sebagai wujud pertanggungjawaban sosial perusahaan terhadap lingkungannya.
Ø  Adanya akuntansi perubahan tingkat harga yang merupakan prosedur dan tehnik yang diciptakan dalam rangka penyajian laporan keuangan yang menggunakan pendekatan ekonomi makro.
Pendekatan teoritis dalam struktur teori akuntansi dilakukan melalui serangkaian tujuan, dalil, prinsip, dan tehnik – tehnik, didasarkan pada perumusan tujuan akuntansi yang sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar