Yoo… sudah seminggu
aja nih kita ga ketemu :D. Belakangan ini aku sibuk banget, yah apalagi
kesibukkan anak kelas XII kalau gak, try
out ya les, atau club belajar.
Cape? Ya pasti cape banget, serasa tiada akhirnya. Setiap hari melakukan
kegiatan yang itu - itu aja. Hadohh, bosan banget dahh.. Apalagi aku ini tipe
orang yang cepat merasa bosan dan badmood.
Dikit – dikit kalau ga ada kerjaan di sekolah pengennya pulang aja. Ditambah
besok udah try out 3, ga lama lagi UN!!!!... Oaaallaah,, macam mana ini?
Setiap
hari, setiap pagi, apa yang kalian rasa kalau bangun pagi? Kalau libur sih aku
yakin, kalian gak bakal bangun melainkan tidur aja terus kaya kebo :p. Tapi,
kalau tahu besoknya sekolah, hiddiihh males banget tuh buat bangun. Kalau bisa
ya, aku adain tuh hari khusus BOLEH GAK SEKOLAH buat siswa yang berkepentingan?
Wkwkwk..ga bisa lah,,kalau bisa mah dari dulu aja kubuat, berhubung aku bukan
siapa – siapa di sekolah melainkan hanyalah siswa biasa yang tak memiliki kuasa
apapun dan hanya menerima perintah dari orang yang berkuasa.. Hedehh, aku
sendiri aja bingung dengan kalimatku @_@..
Yah..mau gimana lagi, namanya juga
manusia, ya harus ngelakuin semua aktivitas wajibnya ketika hidup di dunia.
Masa mau nyantai – nyantai aja sambil nunggu TUHAN datang jemput terus pergi ke
surga? Helooo, hidup ga segampang itu kalee.. Hidup itu penuh dengan tantangan,
perjuangan, penderitaan, dan petualangan. Kadang, aku bertanya – tanya, mengapa
kita harus hidup dan melakukan semua kegiatan sedemikian rupa. Apakah kita
hidup hanya untuk mengulang semua kegiatan setiap hari? Tentu tidak bukan. Kita
hidup pasti ada tujuannya, karena hidup adalah anugerah dari Tuhan. Kita hidup
dengan cara kita masing – masing dengan tujuan yang berbeda. Lalu, bagaimana
cara kita melalui hidup yang berat ini? Menghadapi setiap problema dan dilema
yang menerpa?
AKU HARUS KUAT.
Yap, itulah kalimat pagi ini yang masih tersimpan rapi
dibenakku. Pagi ini seperti biasa aku pergi ke Gereja, dan aku mendengarkan
khotbah pendeta yang sangat memberkati. Khotbahnya tentang kekuatan menjalani
hidup. Hidup ini bagaikan kapal yang berlayar dilautan luas, dan kita sebagai
pengemudinya. Kapal itu akan terombang – ambing bila melewati badai dan hampir
tenggelam bila air mulai naik. Jika kita
adalah seorang pelaut handal sekalipun, pasti mengalami masalah, mengalami
suatu kesukaran dalam mengemudikan kapal itu agar kembali kepada jalur yang benar.
Begitu pula dengan hidup ini, pasti mengalami pergumulan baik itu berat atau
ringan. Ingat, jangan kuatir!!!..
Sama seperti kapal yang hendak karam,
pasti kita akan menjatuhkan jangkar sebagai penopang agar kapal tersebut tidak
tenggelam. Nah, kita pun memiliki jangkar hidup yang membuat kita bertahan dan
mampu menjalani hidup ini. Apakah jangkar hidup kita? Yang pertama, adalah IMAN. Setiap umat beragama pasti
memiliki iman percaya kepada Tuhannya masing – masing. Iman adalah dasar dari
pengharapan dan bukti dari segala yang tak terlihat. Kita cukup percaya saja
bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. He is never never never ever leave me! Cukup perkatakan itu saja
dan yakinilah. Ia tidak akan membiarkan kita jatuh sampai tergeletak. Tuhan
turun tangan menopang kita, memulihkan kita kembali dengan cara-Nya yang ajaib.
Yang kedua adalah PEGANG JANJI TUHAN.
Seperti pelangi yang selalu menghiasi langit sehabis hujan, maka ingatlah bahwa
Tuhan selalu menepati janjinya. Kita hanya perlu kekeh dan berpegang pada
janjinya. Karena berpegang padanya, maka disitu pulalah kita akan sanggup untuk
bertahan.
Yang ketiga, adalah PERCAYA KEPADA PEMIMPIN. Siapakah
pemimpin saudara? Dalam hidup, tidak mungkin kita berjalan sendiri, pastinya
ada selalu seseorang yang memimpin kita, contohnya ayah kita, guru, gubernur,
dan presiden. Mereka semua adalah para pemimpin kita di dunia, dan kita patut
percaya kepada mereka. Dengarkan perintahnya, dengarkan nasihatnya, dan
lakukanlah hal yang baik. Kita harus percaya, sama halnya kita percaya dengan
Tuhan. ALL IS WELL!!..
Kalian tahu guys, kenapa aku sering banget
ngepost blog tentang nilai – nilai kehidupan? Bukan karena ingin dianggap suci,
anak alim, atau apalah itu. Aku menulis tulisan ini dikarenakan aku juga
belajar untuk hidup lebih baik lagi. Aku tahu kebenaran dan aku ingin kalian
semua juga mengetahuimya. Biarlah kita sama – sama belajar untuk menjadi lebih
baik lagi, dan tulisan ku ini kiranya dapat membantu teman – teman sekalian. J
Ingatlah….
Waktu seperti sungai, kamu tidak bisa menyentuh air yang sama
untuk kedua kalianya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu dan
tidak akan pernah kembali. Untuk itu, buatlah hidupmu lebih BERARTI.
Betul, kita harus membuat hidup ini berarti agar tidak meninggalkan penyesalan. Aku ingin membagikan
suatu cerita, yang menurutku patut untuk diperbincangkan :D
Suatu hari, seorang mahasiswa yang
adalah murid dari Aristoteles, bertanya kepadanya “Guru, apakah arti cinta
sejati sesungguhnya?” Bukannya menjawab, Aristoteles malah memerintahkannya
untuk memetik setangkai bunga untuknya dipadang. Tanpa bertanya alasannya, sang
murid pun pergi ke padang.
Setelah
kira – kira 1 jam, sang murid kembali dengan tangan hampa. Aristoteles pun
bertanya “Dimanakah bunga yang kau petik? Mengapa kau tak membawanya?” Sang
murid pun menjawab,”Guru, saat aku pergi ke padang, aku takjub dengan keindahan
bunga – bunga disana. Sungguh indah guru. Akupun memetik setangkai bunga yang
berada di barisan paling belakang. Aku amati kembali bunga itu, sangat indah.
Tetapi, aku kembali berpikir. Kalau bunga yang berada di barisan paling
belakang saja indah sekali, apalagi yang berada di barisan paling depan. Oleh
karena itu, aku pun meletakkan kembali bunga yang ku petik tadi, dan pergi ke
barisan paling depan. Namun, guru tahu? Bunga dibarisan depan tidak indah sama
sekali, bahkan ada yang nyaris membusuk. Jadi, aku putuskan untuk kembali ke
bunga yang aku tinggalkan tadi. Namun, ketika aku kembali, bunga yang
kuletakkan tadi sudah menghilang diambil orang. Jadi, begitulah, aku tidak
mendapatkan apa – apa dan kembali dengan tangan kosong. Maafkan aku guru” jelas
sang murid.
Aristoteles pun tersenyum dan
berkata “Kau sudah mengerti muridku, itulah arti cinta sejati. Kita sering
merasa tidak puas dengan apa yang kita miliki sekarang, dan berpikir bahwa
pasti ada yang lebih baik dari pasangan yang kita miliki. Padahal, tidak ada
yang lebih baik dan tidak ada yang sempurna. Cinta sejati itu bukan dari yang
terbaik atau sempurna melainkan dari yang paling cocok dan sesuai dengan
pribadi kita. Kita sebagai manusia, sering merasa tidak puas dan membuang apa
yang sudah kita genggam. Kita terus mencari dan mencari , tapi tidak
menghasilkan apa – apa. Karena kita tidak tahu, bahwa apa yang kita buang,
itulah yang terbaik untuk hidup kita. Belajarlah untuk menghargai sesuatu dan
syukuri atas apa yang sudah kamu miliki JJJJ
Yapppzzz, cerita di atas mengakhiri
curhatan blog ku kali ini.. Meski tulisan ku ini agak amburadul tapi masih
sedap kok untuk dibaca :D..Sebagai penutup, ada kalimat inspiratif lagi nih :D
A winning horse don’t
know what is win
It only runs in pain
given by his rider
So whenever you are in
pain
Think that GOD wants you
to win.
See you guys J
NB : Aku Siap!!!
Menghadapi pertempuran besok pagi…:D!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar