Sebelum mengetik dan mengucapkan kata “hai”, kalian tahu
apa yang di lakukan seorang penulis? Menurut pengalamanku, yang baru seumur
biji cabe ini, hal pertama yang dilakukan penulis, pasti ngambil benda kotak
yang bernama laptop atau notebook. Lalu, benda itu dihidupkan dan ditunggu
sampai siap dipakai. Setelah siap, pasti seorang penulis membuka program
Microsoft Office, dan terlihat lah gambar kertas putih disana. Kemudian, dengan
semangat penulis akan memulai mengetik ide – ide cemerlang dalam otaknya.
Namun, setelah beberapa saat… tik tok tik tok suara jam terus berdetak, dan
penulis tersebut tidak mengetik apapun. Ingin mengetik, tapi bingung harus
dimulai darimana, apa yang ingin dibahas, dan yang paling penting apakah topik pembahasannya
tidak meniru topik orang lain alias plagiat. Siapakah penulis tersebut? Yang
hanya dapat memandang layar laptopnya tak henti – henti?
Yap , siapa lagi kalau bukan aku, penulis abal – abal yang
sedang mencoba menjadi penulis sesungguhnya*apasih-_-. Dulu, aku kira menjadi
penulis itu gampang. Kecil mah, cuma ngetik doang, terus post deh ke dunia maya. Apa susahnya coba, cuma mikirin beberapa
kalimat estetis dan dapat menggugah
masyarakat? Pokoknya, jadi penulis itu simple
banget!!
Nah, begitulah teman, pemikiran sempit ku dulu. Aku
menganggap pekerjaan seorang penulis itu mudah, semudah aku memandang dirinya #eh^^. Ternyata oh ternyata, menulis
itu susah banget. Sulit banget, sesulit
aku mendapatkan hatinyaL. Aku hanya bisa termenung, galau, gundah gulana memikirkan
kata per kata, kalimat per kalimat. Selama seminggu memirkan topik yang pas dan
akurat, tapi tetap aja ketika sudah mulai ngetik, pikiran langsung nge-blank ke negeri antah berantah, sama
kaya mikirin dia yang gak mikirin aku sama sekali#plakk.
Yah, namanya juga manusia, selalu menganggap remeh sesuatu.
Apa – apa, ah itu mah gampang. Iya bener, tenang aja lagi, kan masih ada hari
esok. Huh, hari esok gundulmu!! Yang namanya pekerjaan itu , jangan dianggap
remeh. Buktinya, kaya aku ini teman, nulis blog ini sampai pusing tujuh
keliling, mengelilingi menara Pizza tujuh kali -_-. Kapok deh selalu nganggap
hal kecil itu gampang. Karena hal yang kita anggap kecil, ternyata dapat
menjadi suatu hal yang sanggaaattt besar, sebesar
cintaku padanya*baperrmuluu-_-.
Contoh nyatanya itu adalah api. Kalian tentu pernah dengar
peribahasa, “kecil – kecil jadi kawan, kalau besar jadi lawan”. Nah itu dia
yang dimaksud dengan api! Kalau apinya kecil, membantu kita untuk memasak
makanan, hidupin lilin, dan sebagainya. Tetapi, kalau sudah besar kaya awan,
api itu akan memakan semua yang ada sampai hangus tak tersisa. Nah, begitulah
akibatnya kalau meremehkan hal yang kecil. Oleh karena itu, kita harus belajar
yang namanya menghargai sesuatu. Sesuatu itu banyak wujudnya, bisa berupa
tugas, pekerjaan, pemberian, nasihat, ataupun uang. Kita harus mencoba bisa
dalam menghargai hal yang kecil agar kita pun dihargai dalam hal yang besar.
Kali ini, aku sang penulis kalian yang super imut dan kawaii ini, akan membahas topik masalah… jeng jeng..jeng jeng…………….
KECIL
VS BESAR
Houureeee,, akhirnya
alat ajaib doraemon keluar juga, hihihi ga lah teman, penulis cuma becando.
Oke, tanpa basa – basi lagi, karena sudah basi dengan pembukaan di atas,
sekarang kita akan menyelidiki dan menelesuri, apakah yang dimaksud dengan
besar dan kecil, serta mengapa mereka berdua diperadukan*ceileh-.-
Yupzzz, kita semua
tahu kecil itu berarti hal yang kecil, dan besar berarti hal yang besar. Lalu
apa masalahnya? Yang menjadi bahan perbincangannya adalah bagaimna sikap kita
dalam menghadapi hal yang kecil dan besar itu. Seperti yang sudah aku bahas
diatas tadi, hal kecil dapat menjadi besar, dan juga sebaliknya hal besar dapat
menjadi hal yang kecil. Itu semua tergantung kita dalam mengambil pilihan,
karena hidup ini pada dasarnya adalah sebuah pilihan, jadi pilih aja yang
terbaik.
Kita sering mendengar
kalimat, kecil – kecil cabe rawit. Biar kecil tapi berani, tantangan apapun
dapat dihadapi. Yap, hal kecil yang diremehkan dapat merebak menjadi hal besar
yang tak terduga. Karena semua hal itu selalu diawali dengan hal yang
sederhana. Seperti anabolisme dalam biologi, semua zat organik seperti protein,
terbentuk dari beribu – ribu asam amino yang sangat kecil, tapi manfaatnya
sungguh luar biasa. Kalau tidak ada asam amino, apa dayanya tubuh kita ini,
tidak ada zat pembangkit yang memperbaiki seluruh sistem dalam tubuh. Begitu
pula dalam kimia dan fisika, terdapat atom yang kecil dan tidak dapat terbagi
lagi. Atom yang kecil ini memiliki lagi bagian yang super duper kecil yang kita
sebut inti atom. Atom – atom inilah yang bersatu padu dan membentuk suatu materi. See? Little things can be ordinary!!
So, how about big? Hal besar, selalu identik dengan sesuatu yang megah dan
menawan. Hal yang wow, luar biasa
dipandang mata orang awam seperti kita.
Namun, tahukah kalian, bahwa terkadang hal yang kita pandang besar dan luar
biasa itu, ternyata tidak memiliki nilai apapun dan tidak berharga. Tidak lebih
baik dari hal kecil yang meningkat besar. Perbandingannya, bagaikan energi
aktivasi yang tinggi tetapi tiba – tiba merosot turun dan jatuh karena tidak
adanya enzim yang membantu. Begitulah hal besar tersebut sering terjadi. Kita
terlalu sering mengindahkan hal besar, padahal hal besar itu biasa saja dan
tidak berarti apa – apa.
Contohnya
teman, jika pada malam hari kita memandang langit, kita pasti melihat bintang –
bintang bertaburan disana. Bintang – bintang yang terlihat sangat kecil dan
sangat jauh. Tentu, rasa penasaran timbul di hati mengenai bentuk bintang yang sebenarnya.
Manusia berakal pun mulai meneyelidiki, dan didapatlah hasil yang wow amazing!! Ternyata sebuah bintang
yang kita pandang kecil, memiliki bentuk yang sangat besar dan indah. Selain itu, bintang – bintang itu pula
membentuk rasi yang begitu indah, yang disebut rasi bintang dengan bentuk –
bentuk yang berbeda.
Sama halnya dengan kehidupan kita, jangan memandang remeh
hal kecil. Kerjakan saja pekerjaan itu, sebagai bahan bakar untuk meraih tujuan
hidup kita. Hal besar belum tentu semuanya baik, dan hal kecil belum tentu
semuanya buruk. Hidup itu penuh misteri, seperti kita meniup sebuah balon. Kita
meniup balon tersebut sesuai keinginan kita, apakah besar atau kecil. Namun,
kita tidak tahu kapan balon tersebut dapat pecah. Kita hanya dapat mengira –
ngira berapa volume udara yang cukup ditampung balon tersebut tanpa membuatnya
pecah.
Pada
dasarnya, balon yang kelebihan muatan akan pecah dengan sendirinya. Jadi, kita
hanya perlu mengisinya dengan secukupnya. Lakukan semuanya itu cukup sesuai
dengan kemampuan kita masing – masing. Tetaplah pada batasanmu, dan syukuri apa
yang kamu terima. Karena hidup yang baik itu adalah hidup yang dimulai dari
yang sederhana. Look around, make small
things become big things and keep on your boundaries. J J :)
Yohohoho,
penulis imut kalian sudah mulai lelah. Sampai disini dulu ya tulisanku. Tunggu
tulisan berikutnya minggu depan, dan rasakan esensinya :D Sebagai penutup, ada
kalimat bagus nih :
“Just living is not enough. One must have sunshine, freedom, and a little
flower” ~Hans Christian Andresen~ bye bye minaa JJ:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar