Minggu, 15 Februari 2015

CATATAN KECIL


Sebelum mengetik dan mengucapkan kata “hai”, kalian tahu apa yang di lakukan seorang penulis? Menurut pengalamanku, yang baru seumur biji cabe ini, hal pertama yang dilakukan penulis, pasti ngambil benda kotak yang bernama laptop atau notebook. Lalu, benda itu dihidupkan dan ditunggu sampai siap dipakai. Setelah siap, pasti seorang penulis membuka program Microsoft Office, dan terlihat lah gambar kertas putih disana. Kemudian, dengan semangat penulis akan memulai mengetik ide – ide cemerlang dalam otaknya. Namun, setelah beberapa saat… tik tok tik tok suara jam terus berdetak, dan penulis tersebut tidak mengetik apapun. Ingin mengetik, tapi bingung harus dimulai darimana, apa yang ingin dibahas, dan yang paling penting apakah topik pembahasannya tidak meniru topik orang lain alias plagiat. Siapakah penulis tersebut? Yang hanya dapat memandang layar laptopnya tak henti – henti?
Yap , siapa lagi kalau bukan aku, penulis abal – abal yang sedang mencoba menjadi penulis sesungguhnya*apasih-_-. Dulu, aku kira menjadi penulis itu gampang. Kecil mah, cuma ngetik doang, terus post deh ke dunia maya. Apa susahnya coba, cuma mikirin beberapa kalimat estetis  dan dapat menggugah masyarakat? Pokoknya, jadi penulis itu simple banget!!
Nah, begitulah teman, pemikiran sempit ku dulu. Aku menganggap pekerjaan seorang penulis itu mudah, semudah aku memandang dirinya #eh^^. Ternyata oh ternyata, menulis itu susah banget. Sulit banget, sesulit aku mendapatkan hatinyaL. Aku hanya bisa termenung, galau, gundah gulana memikirkan kata per kata, kalimat per kalimat. Selama seminggu memirkan topik yang pas dan akurat, tapi tetap aja ketika sudah mulai ngetik, pikiran langsung nge-blank ke negeri antah berantah, sama kaya mikirin dia yang gak mikirin aku sama sekali#plakk.
Yah, namanya juga manusia, selalu menganggap remeh sesuatu. Apa – apa, ah itu mah gampang. Iya bener, tenang aja lagi, kan masih ada hari esok. Huh, hari esok gundulmu!! Yang namanya pekerjaan itu , jangan dianggap remeh. Buktinya, kaya aku ini teman, nulis blog ini sampai pusing tujuh keliling, mengelilingi menara Pizza tujuh kali -_-. Kapok deh selalu nganggap hal kecil itu gampang. Karena hal yang kita anggap kecil, ternyata dapat menjadi suatu hal yang sanggaaattt besar, sebesar cintaku padanya*baperrmuluu-_-.
Contoh nyatanya itu adalah api. Kalian tentu pernah dengar peribahasa, “kecil – kecil jadi kawan, kalau besar jadi lawan”. Nah itu dia yang dimaksud dengan api! Kalau apinya kecil, membantu kita untuk memasak makanan, hidupin lilin, dan sebagainya. Tetapi, kalau sudah besar kaya awan, api itu akan memakan semua yang ada sampai hangus tak tersisa. Nah, begitulah akibatnya kalau meremehkan hal yang kecil. Oleh karena itu, kita harus belajar yang namanya menghargai sesuatu. Sesuatu itu banyak wujudnya, bisa berupa tugas, pekerjaan, pemberian, nasihat, ataupun uang. Kita harus mencoba bisa dalam menghargai hal yang kecil agar kita pun dihargai dalam hal yang besar. Kali ini, aku sang penulis kalian yang super imut dan kawaii ini, akan membahas topik masalah… jeng jeng..jeng jeng……………. 
                                                             KECIL VS BESAR
                                      
Houureeee,, akhirnya alat ajaib doraemon keluar juga, hihihi ga lah teman, penulis cuma becando. Oke, tanpa basa – basi lagi, karena sudah basi dengan pembukaan di atas, sekarang kita akan menyelidiki dan menelesuri, apakah yang dimaksud dengan besar dan kecil, serta mengapa mereka berdua diperadukan*ceileh-.-
Yupzzz, kita semua tahu kecil itu berarti hal yang kecil, dan besar berarti hal yang besar. Lalu apa masalahnya? Yang menjadi bahan perbincangannya adalah bagaimna sikap kita dalam menghadapi hal yang kecil dan besar itu. Seperti yang sudah aku bahas diatas tadi, hal kecil dapat menjadi besar, dan juga sebaliknya hal besar dapat menjadi hal yang kecil. Itu semua tergantung kita dalam mengambil pilihan, karena hidup ini pada dasarnya adalah sebuah pilihan, jadi pilih aja yang terbaik.
Kita sering mendengar kalimat, kecil – kecil cabe rawit. Biar kecil tapi berani, tantangan apapun dapat dihadapi. Yap, hal kecil yang diremehkan dapat merebak menjadi hal besar yang tak terduga. Karena semua hal itu selalu diawali dengan hal yang sederhana. Seperti anabolisme dalam biologi, semua zat organik seperti protein, terbentuk dari beribu – ribu asam amino yang sangat kecil, tapi manfaatnya sungguh luar biasa. Kalau tidak ada asam amino, apa dayanya tubuh kita ini, tidak ada zat pembangkit yang memperbaiki seluruh sistem dalam tubuh. Begitu pula dalam kimia dan fisika, terdapat atom yang kecil dan tidak dapat terbagi lagi. Atom yang kecil ini memiliki lagi bagian yang super duper kecil yang kita sebut inti atom. Atom – atom inilah yang bersatu padu  dan membentuk suatu materi. See? Little things can be ordinary!!
So, how about big? Hal besar, selalu identik dengan sesuatu yang megah dan menawan. Hal yang wow, luar biasa dipandang mata  orang awam seperti kita. Namun, tahukah kalian, bahwa terkadang hal yang kita pandang besar dan luar biasa itu, ternyata tidak memiliki nilai apapun dan tidak berharga. Tidak lebih baik dari hal kecil yang meningkat besar. Perbandingannya, bagaikan energi aktivasi yang tinggi tetapi tiba – tiba merosot turun dan jatuh karena tidak adanya enzim yang membantu. Begitulah hal besar tersebut sering terjadi. Kita terlalu sering mengindahkan hal besar, padahal hal besar itu biasa saja dan tidak berarti apa – apa.
Contohnya teman, jika pada malam hari kita memandang langit, kita pasti melihat bintang – bintang bertaburan disana. Bintang – bintang yang terlihat sangat kecil dan sangat jauh. Tentu, rasa penasaran timbul di hati mengenai bentuk bintang yang sebenarnya. Manusia berakal pun mulai meneyelidiki, dan didapatlah hasil yang wow amazing!! Ternyata sebuah bintang yang kita pandang kecil, memiliki bentuk yang sangat besar dan indah. Selain itu, bintang – bintang itu pula membentuk rasi yang begitu indah, yang disebut rasi bintang dengan bentuk – bentuk yang berbeda.


Sama halnya dengan kehidupan kita, jangan memandang remeh hal kecil. Kerjakan saja pekerjaan itu, sebagai bahan bakar untuk meraih tujuan hidup kita. Hal besar belum tentu semuanya baik, dan hal kecil belum tentu semuanya buruk. Hidup itu penuh misteri, seperti kita meniup sebuah balon. Kita meniup balon tersebut sesuai keinginan kita, apakah besar atau kecil. Namun, kita tidak tahu kapan balon tersebut dapat pecah. Kita hanya dapat mengira – ngira berapa volume udara yang cukup ditampung balon tersebut tanpa membuatnya pecah.

Pada dasarnya, balon yang kelebihan muatan akan pecah dengan sendirinya. Jadi, kita hanya perlu mengisinya dengan secukupnya. Lakukan semuanya itu cukup sesuai dengan kemampuan kita masing – masing. Tetaplah pada batasanmu, dan syukuri apa yang kamu terima. Karena hidup yang baik itu adalah hidup yang dimulai dari yang sederhana. Look around, make small things become big things and keep on your boundaries. J J :)

Yohohoho, penulis imut kalian sudah mulai lelah. Sampai disini dulu ya tulisanku. Tunggu tulisan berikutnya minggu depan, dan rasakan esensinya :D Sebagai penutup, ada kalimat bagus nih :
“Just living is not enough. One must have sunshine, freedom, and a little flower” ~Hans Christian Andresen~ bye bye minaa JJ:)
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar