PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
SOAL :
1.
Apa yang dimaksud dengan :
a) Etika
b) Moral
c) Norma
d) Etika
Kristen
2.
Berikan 2 contoh dari pergaulan bebas
dan berikan penjelasan sebab akibatnya!
JAWABAN :
1.
Pengertian dan penjelasannya adalah
sebagai berikut.
A.
Etika
Istilah etika secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, etos artinya kebiasaan (costum). Istilah etika pertama kali
dalam sejarah yang tertulis diperkenalkan oleh filsuf Yunani, Aristoteles melalui karyanya yang
berjudul Etika Nicomachiea. Buku tersebut berisikan tentang ukuran - ukuran
perbuatan.
Ditinjau dari sudut asal katanya, etika adalah studi
terhadap kebiasaan manusia. Dalam perkembangannya, studi etika tidak hanya
membahas kebiasaan yang semata - mata berdasarkan sebuah tata cara (manners), melainkan membahas kebiasaan
(adat) yang berdasarkan pada sesuatu yang melekat pada kodrat manusia. Sehingga,
dapat dikatakan bahwa yang hendak diketahui dengan penyelidikan oleh etika itu
sendiri adalah kebiasaan - kebiasaan dalam arti moral atau kesusilaan. Oleh
karena itu, etika sering diartikan sebagai studi tentang yang benar atau salah (right and wrong) dalam tingkah laku
manusia.
Etika
adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan - perbuatan
yang di lakukan oleh manusia untuk dikatakan baik atau buruk, dengan kata lain
aturan ataupun pola - pola dari tingkah laku yang di hasilkan oleh akal
manusia. Karena adanya etika, pergaulan dalam masyarakat/bermasyarakat akan
terlihat baik dan buruknya. Etika itu
bersifat relatif yaitu dapat berubah - ubah sesuai dengan kemajuan zaman. Etika
juga diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup
manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak serta didasari
pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan.
Jenis – Jenis Etika
Karena sebagai suatu ilmu, maka etika terdiri atas berbagai
macam - macam jenis dan juga ragamnya diantaranya :
1.
Etika deskriptif
Memberikan gambaran dan ilustrasi
tentang tingkah laku manusia ditinjau dari nilai -nilai baik dan juga buruk
serta hal - hal yang mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis, yang
dianut oleh masyarakat.
2.
Etika normatif
Membahas dan mengkaji ukuran baik,
buruknya tindakan manusia, yang biasanya dikelompokkan menjadi, sebagai berikut
ini :
a. Etika
Umum
Membahas berbagai macam hubungan
dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam mengambil berbagai macam
kebijakan berdasarkan teori - teori dan juga prinsip - prinsip moral.
b. Etika
khusus
Etika
yang terdiri dari etika sosial, etika individu dan etika terapan, pengertiannya
yaitu :
Etika sosial adalah yang menekankan
tanggung jawab sosial dan hubungan antar sesama manusia dalam aktivitas yang
dilakukannya.
Etika individu adalah lebih
menekankan kepada kewajiban manusia sebagai pribadi.
Etika terapan adalah etika - etika
yang diterapkan pada sebuah profesi.
B. Moral
Moral
merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral
juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Moralisasi, berarti uraian
(pandangan, ajaran) tentang perbuatan dan kelakuan yang baik. Demoralisasi, berarti kerusakan
moral.
Menurut asal
katanya “moral” dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian
diterjemahkan menjadi “aturan
kesusilaan”. Dalam bahasa sehari - hari, yang dimaksud dengan kesusilaan
bukan mores, tetapi petunjuk - petunjuk untuk kehidupan sopan santun dan
tidak cabul. Jadi, moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma
kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik. Pengertian moral dibedakan dengan
pengertian kelaziman, meskipun dalam praktik kehidupan sehari - hari kedua
pengertian itu tidak jelas batas -batasnya. Kelaziman adalah kebiasaan yang baik tanpa pikiran panjang
dianggap baik, layak, sopan santun, tata krama, dan sebagainya. Jadi, kelaziman
itu merupakan norma - norma yang diikuti tanpa berpikir panjang dianggap baik,
yang berdasarkan kebiasaan atau tradisi.
Tahap-tahap
perkembangan moral menurut John Dewey, yaitu :
Tahap pramoral, ditandai bahwa anak
belum menyadari keterikatannya pada aturan.
Tahap konvensional, ditandai dengan
berkembangnya kesadaran akan ketaatan pada kekuasaan.
Tahap otonom, ditandai dengan
berkembangnya keterikatan pada aturan yang didasarkan pada resiprositas.
Adapun tahap - tahap perkembangan moral yang sangat terkenal
adalah yang dikemukakan oleh Lawrence E Kohlberg. Tahap - tahap berkembangan
moral tersebut, yaitu :
Ø Tingkat Prakonvensional yaitu tahap
perkembangan moral yang aturan - aturan dan ungkapan - ungkapan moral yang masih
ditafsirkan oleh individu atau anak berdasarkan akibat fisik yang akan
diterimanya, baik itu berupa sesuatu yang menyakitkan atau kenikmatan. Pada
tingkat ini terdapat dua tahap, yaitu tahap orientasi hukuman dan kepatuhan
serta orientasi relativitas instrumental.
Ø Tingkat Konvensional ialah tahap
perkembangan moral yang aturan - aturan dan ungkapan - ungkapan moral dipatuhi
atas dasar menuruti harapan keluarga, kelompok atau masyarakat. Pada tingkat
ini terdapat juga dua tahap, yaitu tahap orientasi kesepakatan antara pribadi dan
tahap orientasi hukum atau ketertiban.
Ø Tingkat Pascakonvensional adalah tahap
perkembangan moral yang aturan - aturan dan ungkapan - ungkapan moral
dirumuskan secara jelas berdasarkan nilai - nilai dan prinsip moral yang
memiliki keabsahan dan dapat diterapkan. Hal ini terlepas dari otoritas
kelompok atau orang yang berpegangan pada prinsip tersebut dan terlepas pula
dari identifikasi diri dengan kelompok tersebut. Pada tingkatan ini terdapat
dua tahap, yaitu tahap orientasi kontrak sosial legalitas dan tahap orientasi
prinsip etika universal.
Dengan demikian moral
dan etika memiliki perbedaan tolak ukur yang dipakai dengan moral untuk
mengukur tingkah laku manusia yaitu adat istiadat, kebiasaan, dan lain – lain yang
berlaku di masyarakat. Etika dan moral sama artinya tetapi pemakaiannya dalam
sehari-hari terdapat sedikit perbedaan. Moral digunakan untuk perbuatan yang
sedang di nilai, sedangkan etika digunakan untuk sistem nilai yang ada.
C. Norma
Pengertian norma secara singkat adalah aturan yang mengikat.
Norma adalah pedoman, ketentuan dan acuan yang menjadi keharusan bagi para
anggota masyarakat dan segala objek yang menjadi milik masyarakat tersebut
untuk mengikuti dan mematuhi serta mengakui dan sekaligus memberi sanksi bagi
yang tidak mengikuti, mematuhi dan mengakui pedoman tersebut. Norma menetapkan larangan untuk
bertindak atau tidak bertindak dan memerintahkan untuk berbuat dan tidak
berbuat. Larangan dan perintah tersebut untuk menuntun individu agar tidak
berbuat buruk serta dapat membahayakan pergaulan hidup dan memerintahkan agar
berbuat baik bagi kehidupan bersama. Dengan norma, kelompok berusaha
menunjukkan perbuatan yang baik dan yang buruk dalam bertingkah laku. Individu
yang patuh pada norma, maka pergaulan kelompoknya adalah individu yang normal,
individu yang wajar dimana tidak mengalami kelainan. Individu normal ialah
mereka yang perilakunya tidak menyeleweng dari norma kelompoknya.
Macam - Macam Norma yang Berlaku
dalam Masyarakat
1. Norma agama
Norma agama adalah norma yang hadir dan menjadi pedoman atas
keyakinan terhadap pencipta. Dalam norma agama, beberapa ketentuan diberikan
hukuman pada hari akhir atau setelah kematian individu tersebut, dan dibeberapa
ketentuan untuk pelanggaran terhadap norma agama tertentu langsung diberi
hukuman selama dia hidup oleh anggota individu lainnya seperti hukum rajam, dan
lainnya. Norma agama memiliki kekuatan yang bervariasi tergantung keadaan
negara atau masyarakat tersebut. Apabila negara tersebut adalah negara yang
menjunjung tinggi ajaran agama, maka norma agama akan menjadi aturan yang
sangat mengikat, contoh di Aceh, sedangkan bila masyarakat tersebut adalah
negara yang kurang menjunjung tinggi agama maka akan menjadi aturan atau norma
yang lemah. Contohnya penerapan norma agama di Jakarta. Jadi pengertian norma
agama adalah norma yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai pedoman
dalam hidup manusia dan janji Tuhan terhadap manusia.
2. Norma Kesusilaan
Pengertian norma kesusilaan adalah pedoman hidup yang
berkaitan dengan perilaku baik dan buruk yang didasarkan atas kemampuan untuk
mengenali kebenaran dan keadilan serta membuat pembeda diantaranya. Sanksi
yang dapat terjadi bagi pelanggar norma kesusilaan adalah pengucilan,
pencibiran bahkan dapat pula pengancaman.
3. Norma Kesopanan
Pengertian norma kesopanan adalah pedoman dan peraturan
hidup atau nilai - nilai yang telah diatur dalam agama ataupun dalam adat - istiadat
masyarakat. Sesuatu dikatakan perilaku tidak sopan dan dikatakan sopan oleh karena
adanya norma kesopanan. Norma kesopanan merupakan gabungan dari kedua elemen
penting pembentuk kebudayaan dalam masyarakat yaitu adat istiadat dan agama
sehingga norma kesopanan sering disebut sebagai norma moral. Salah satu contoh
norma kesopanan adalah cara berpakaian seseorang. Apabila dia berpakaian tidak
sesuai dengan norma kesopanan maka akan mendapatkan cibiran, hinaan dari orang
disekitarnya dan diapun akan malu dengan hal tersebut.
Macam macam norma kesopanan :
- Tidak
menggunakan perhiasan dan pakaian yang menor dan mencolok ketika berada
dalam acara berkabung.
- Memberikan
ucapan terima kasih kepada pemberi bantuan ketika memperoleh bantuan atau
pertolongan.
- Meminta
maaf ketika melakukan perbuatan yang salah atau membuat seseorang merasa
jengkel.
4. Norma Hukum
Pengertian
norma hukum adalah aturan - aturan dan ketentuan dalam hidup bermasyarakat
bernegara yang berlaku kepada setiap anggota masyarakat yang dibuat berdasarkan
kesepakatan antara penguasa negara, rakyat atau perwakilan rakyat ataupun
lembaga adat tertentu dalam masyarakat tersebut. Ciri utama dari norma hukum
adalah bersifat memaksa dan mengikat. Keduanya berlaku bahwa aturan tersebut
wajib dipatuhi oleh siapa pun dan berlaku untuk siapa pun. Selain itu, norma
hukum memiliki penegak norma disebut penegak hukum yang telah diakui oleh
masyarakat.
Macam macam norma hukum contohnya:
- Tidak
melakukan perbuatan kriminal seperti mencuri dan membunuh karena telah
diatur dalam KUHP dan memiliki hukuman yang berat.
- Setiap
warga negara wajib membayar pajak kepada negara atas apa yang dimilikinya.
5. Norma Kebiasaan
Pengertian
norma kebiasaan adalah ketentuan dan pedoman yang dihasilkan dari perbuatan yang
dilakukan berulang - ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan
dalam suatu masyarakat. Anggota masyarakat yang tidak melakukan atau tidak mengikuti
norma kebiasaan yang berlaku dalam masyarakatnya akan dianggap aneh.
Macam macam contoh norma kebiasaan :
- Salah
satu kebiasaan melakukan acara selamatan atau doa tertentu bagi anak yang
baru dilahirkan.
- Aktivitas
mudik atau pulang ke tempat kelahiran dan keluarga besar berada saat atau
menjelang hari raya.
- Kebiasaan
memperingati anggota masyarakat yang meninggal dengan mengadakan acara di
Flores.
D.
Etika
Kristen
Etika Kristen adalah etika yang dianut oleh agama Kristen dan
berlandaskan Alkitab sebagai sumber otoritas tertinggi segala kebaikan.
Emanuel E. James : Etika Kristen mempertimbangan relasi dan pengertian akan
Allah dalam perilaku manusia dan menunjukkan respon kepada Allah melalui
Kristus sebagai syarat mutlak.”
DR. .S. Heath :
Etika Kristen adalah suatu hal yang mutlak, yang tertulis dalam hukum Allah
yang tidak dapat dilanggar (Yoh 10:35),
dan yang ada dalam Yesus Kristus yang tidak pernah berubah (Ibrani 13:8).
Jadi,
Etika Kristen adalah sesuatu yang baik dalam manusia dan Allah sebagai
pencipta.
Perbedaan Etika Kristen Dan Etika
Umum
|
ETIKA KRSTEN
|
ETIKA UMUM
|
|
PERHATIAN
|
Kebutuan, ide - ide dan aspirasi seseorang
|
Kebutuan, ide - ide dan aspirasi seseorang
|
|
DASAR HIDUP
|
Alkitab dan Kristus
|
Alasan Manusia
|
|
TITIK TOLAK
|
Sistem nilai moral
|
Proses Moral
|
|
SUMBER
|
Allah
|
Hasat, nilai - nilai masyarakat
|
|
PENUNTUN
|
Roh Kudus, Firman dan Gereja
|
Masyarakat yang ada
|
|
TUJUAN
|
Mencapai kehendak Allah dan rencana - Nya
|
Aktivitas budi pekerti
|
2.
Dua contoh pergaulan bebas adalah sebagai berikut.
Seks Bebas
Seks bebas merupakan hubungan yang dilakukan oleh laki - laki
dan perempuan tanpa adanya ikatan perkawinan. Perilaku seks bebas yang terjadi
pada remaja dapat disebabkan oleh kurangnya perhatian orang tua terhadap anak
yang disebabkan karena kesibukan masing – masing, sehingga anak tidak
memperoleh pengetahuan tentang seks bebas dari orang tua dan oleh sebab itulah
kadang kala anak terjerumus pada pergaulan yang salah. Perilaku seks bebas juga
dapat terjadi jika remaja kurang mempunyai pemikiran yang matang untuk berbuat
sesuatu, di tambah lagi karena dorongan dari teman sebaya. Kadang, teman
mempunyai pengaruh yang buruk dan memaksa mencoba sesuatu yang baru sehingga
mereka mencoba melakukan hubungan seks dengan lawan jenis tanpa memikirkan
akibat yang akan terjadi.
- Penyebab
Timbulnya Seks Bebas
- Pengaruh
lingkungan yang buruk.
- Kurangnya
perhatian dari orang tua.
- Pergaulan
yang tidak baik/negatif.
- Rendahnya
pengetahuan tentang seks.
- Hasutan/ajakan
dari teman.
- Berkepribadian
buruk.
- Pergaulan
bebas yang melebihi batas sewajarnya.
- Rasa
penasaran ingin mencoba hal - hal yang berbau seks.
- Fasilitas
pendukung yang diberikan orang tua.
- Rendahnya
kekuatan iman pada Tuhan.
- Prestasi
belajar cenderung menurun.
- Sering
bolos/izin sekolah.
- Terjadi
kawin muda dan hamil di luar nikah.
- Drop Out sekolah.
- Terjangkit
penyakit kelamin (Sifilis, Gonorhe, HIV,
AIDS, PMS, dan lain - lain).
- Penanggulangan
Seks Bebas
- Mempertebal
rasa keimanan.
- Bergaul
dengan baik/positif.
- Memilih
teman yang baik.
- Menghindari
pergaulan bebas.
- Berkomunikasi
secara terbuka dengan orang tua.
- Selalu
berpikir positif.
- Berpikir
terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu.
- Mengikuti
kegiatan siraman rohani.
- Cara
Menghindari Seks Bebas
- Mempertebal
rasa keimanan.
- Menghindari
berduaan dengan lawan jenis di tempat yang sepi.
- Menghindari
perilaku yang menimbulkan rangsangan seksual.
- Mengekspresikan
masa pacaran.
- Memperkenalkan
teman dekat (pacar) kepada orang tua dan minta izin bila ingin berdua.
- Mampu
menjaga perilaku seksual yang sehat.
- Memilih
teman yang berakhlak baik.
- Memperbanyak
aktivitas olahraga untuk mengisi waktu luang.
- Berani
mengatakan tidak terhadap ajakan teman untuk melakukan seks bebas.
- Jangan
mudah percaya pada rayuan/bujukan dan janji - janji manis.
Ketergantungan Narkoba.
Narkoba
adalah singkatan dari Narkotika dan obat berbahaya. Narkoba menjadi ancaman
terberat bagi bangsa ini. Puluhan ribu orang sudah terjangkit narkoba. Narkoba
terdiri dari beberapa macam yaitu :
Opiat
( heroin,
morfin, ganja )
Amfetamin
(
shabu, ekstasi, inex )
Kokain
Benzodiazepin
( pil nipam, BK, magadon)
Begitu banyak macam narkoba yang sudah menyebar di negeri
ini. Berapa jiwakah yang akan terjangkit narkoba lagi? Kita tidak akan tahu
berapa jumlah anak muda yang akan terpengaruh oleh narkoba sebelum pemerintah
berusaha memberantas narkoba itu. Seorang pengguna narkoba bisa terjangkit
virus HIV/AIDS jika dia menggunakan jarum suntik secara bergantian. Memang
sungguh berbahaya, tetapi mengapa para pemakai itu nekat menggunakannya?
Narkoba membuat penggunanya merasa lebih percaya diri bahkan
ada yang mengatakan sebagai gaya hidup zaman sekarang. Narkoba juga sebagai
pelarian dari suatu masalah. Yang lebih ironis lagi, banyak orang yang
beranggapan, mengkonsumsi narkoba sebelum melakukan hubungan seksual bisa
menambah kemampuan dan kekuatan. Sehingga, sering kita dengar adanya pesta
narkoba yang kemudian dilanjutkan dengan pesta seks, atau ada suatu anggapan
yang mengatakan komplek pelacuran identik dengan narkoba. Mengkonsumsi narkoba
bukannya akan menambah kekuatan, namun sebaliknya justru akan menimbulkan
masalah dan berakibat buruk terhadap fungsi seksual. Gangguan fungsi seksual
karena menggunakan barang haram ini, tergantung dari jenis narkoba yang
digunakan.
SOLUSI (PENCEGAHAN) PERGAULAN BEBAS
Pergaulan bebas memang sangat
meresahkan, tidak hanya orang tua saja, tetapi masyarakat pun juga dibuatnya
resah. Hal ini dapat dikurangi bahkan dapat dicegah dengan cara – cara berikut
:
1)
Pentingnya
kasih sayang dan perhatian yang cukup dari orang tua dalam hal dan keadaan
apapun.
2)
Pengawasan
dari orang tua yang tidak mengekang. Pengekangan terhadap seorang anak akan
berpengaruh terhadap kondisi psikologisnya. Di hadapan orang tuannya dia akan
bersikap baik dan patuh, tetapi setelah dia keluar dari lingkungan keluarga,
dia akan menggunakannya sebagai pelampiasan dari pengekangan itu, sehingga dia
dapat melakukan sesuatu yang tidak diajarkan orang tuannya.
3)
Seorang
anak hendaknya bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda 2 atau 3 tahun
baik lebih tua darinya. Hal tersebut dikarenakan apabila seorang anak bergaul
dengan teman yang tidak sebaya yang hidupnya berbeda, sehingga dia pun bisa
terpengaruh gaya hidupnya yang mungkin belum saatnya untuk dia jalani.
4)
Pengawasan
yang lebih terhadap media komunikasi, seperti internet, handphone, dan lain-lain.
5)
Perlunya
bimbingan kepribadian bagi seorang anak agar dia mampu memilih dan membedakan
mana yang baik untuk dia maupun yang tidak baik.
6)
Perlunya
pembelajaran agama yang diberikan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi
tempat ibadah sesuai agamanya.
DAFTAR WEBSITE