Senin, 26 Oktober 2015

IKD PENDEKATAN ILMIAH DAN NON ILMIAH

ILMU KEALAMAN DASAR

SOAL             :
Berikan contoh minimal 3 contoh, penerapan pendekatan non ilmiah dan penerapan pendekatan ilmiah yang sesuai dengan program study Akuntansi!

JAWABAN    :
AKUNTANSI DALAM PENDEKATAN NON TEORITIS (Non Ilmiah)
Dalam teori akuntansi, pendekatan non teoritis terdiri dari dua pendekatan, yaitu :
1.      Pendekatan Pragmatis , adalah penyusunan teori yang ditandai dengan penyesuaian terhadap praktik yang sebenarnya, yang bermanfaat untuk memberi saran solusi praktis.
2.      Pendekatan Otoriter, adalah penyusunan teori akuntansi yang umumnya digunakan oleh organisasi profesi terdiri dari penyajian sejumlah peraturan praktik – praktik akuntansi.
Kedua pendekatan ini, berasumsi bahwa teori akuntansi dan teknik – teknik yang dihasilkan harus didasarkan pada pemanfaatan secara maksimal laporan keuangan, apabila akuntansi diharapkan memiliki fungsi yang bermanfaat. Contoh penerapan kedua pendekatan ini , yaitu sebagai berikut.
v Pengembangan teori akuntansi didasarkan pada praktik akuntansi secara langsung.
v Pengukuran nilai persediaan berdasarkan praktik atau transaksi yang sesungguhnya.
v Penerapan teori akuntansi yang didasarkan pada rasionalisasi pencatatan berpasangan. Pemilihan tehnik  - tehnik akuntansi atas dasar upaya untuk mempertahankan persamaan akuntansi yaitu persamaan neraca dan persamaan profit akuntansi. Dua persamaan dalam pendekatan akun ini menghasilkan pengembangan dua posisi dalam proses penyusunan standar, yang dinamakan posisi berorientasi neraca dan posisi berorientasi profit.
Dalam setiap kasus, pendekatan ini, seperti halnya pendekatan pragmatis maupun otoritarian, juga menghadapi kendala kurangnya landasan teoritis.


AKUNTANSI DALAM PENDEKATAN TEORITIS (Ilmiah)
Pendekatan teoritis yang mendasari berkembangnya teori akuntansi terdiri dari enam pendekatan, yaitu :
1.    Pendekatan Deduktif, adalah pendekatan yang menggunakan logika bermula dari hal – hal yang bersifat umum dan secara khusus dapat ditarik kesimpulannya. Pendekatan ini bergerak dari umum (dalil awal tentang lingkungan akuntansi) ke khusus (prinsip akuntansi dan tehnik akuntansi).
2.    Pendekatan Induktif, adalah penyusunan dari suatu teori diawali dengan observasi dan pengukuran, serta berlanjut pada kesimpulan umum. Pendekatan induktif diawali dengan observasi mengenai informasi keuangan dari perusahaan bisnis dan dilanjutkan dengan menyusun generalisasi dan prinsip – prinsip akuntansi dari observasi tersebut berdasarkan kepada hubungan yang berulang kembali.
3.    Pendekatan Etis atau etika, berkaitan dengan moral dan perilaku baik dan buruk. Pendekatan etis dalam perumusan teori akuntansi harus ditekankan pada konsep kewajaran, kejujuran, keadilan, dan kebenaran.
4.    Pendekatan Sosiologi, menekankan pada akibat – akibat sosial yang ditimbulkan tehnik – tehnik akuntansi yang merupakan perluasan konsep kewajaran yang dinamakan kesejahteraan sosial. Pendekatan ini mengasumsikan adanya nilai  nilai sosial yang mapan yang dapat digunakan sebagai kriteria dalam penyusunan teori akuntansi.
5.    Pendekatan Ekonomi, adalah dalam perumusan teori akuntansi ditekankan adanya indikator – indikator ekonomi makro seperti inflasi harus dipertimbangkan yang dapat memberikan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan.
6.    Pendekatan Elektik, artinya memilih di antara berbagai macam kombinasi pendekatan yang cocok dan sesuai dengan standar yang bersangkutan, dimana pendekatan yang terbaik dan yang paling relevan dengan kegunaannyalah yang akan dipakai.


Contoh penerapan pendekatan teoritis dalam akuntansi, adalah sebagai berikut.
Ø  Merumuskan dan menetapkan tujuan pelaporan keuangan.
Ø  Memilih dan menetapkan postulat – postulat teori akuntansi.
Ø  Menetapkan dan mengembangkan prinsip logis dan tehnik – tehnik akuntansi.
Ø  Menganalisis dan mengklasifikasi hasil amatan untuk mendeteksi hubungan peristiwa yang telah terjadi berulang – ulang.
Ø  Melakukan pengamatan dan pencatatan atas hasil amatan.
Ø  Menarik kesimpulan yang menunjukkan adanya hubungan peristiwa yang berulang.
Ø  Melakukan pengujian atas kesimpulan yang dibuat untuk mecari kebenarannya.
Ø  Menyajikan informasi akuntansi yang objektif dan adil dilihat dari pendistribusian dan pengungkapannya.
Ø  Adanya akuntansi sosial sebagai wujud pertanggungjawaban sosial perusahaan terhadap lingkungannya.
Ø  Adanya akuntansi perubahan tingkat harga yang merupakan prosedur dan tehnik yang diciptakan dalam rangka penyajian laporan keuangan yang menggunakan pendekatan ekonomi makro.
Pendekatan teoritis dalam struktur teori akuntansi dilakukan melalui serangkaian tujuan, dalil, prinsip, dan tehnik – tehnik, didasarkan pada perumusan tujuan akuntansi yang sebenarnya.

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MORAL, ETIKA, DAN PERGAULAN BEBAS



PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
SOAL             :
1.      Apa yang dimaksud dengan :
a)      Etika
b)      Moral
c)      Norma
d)     Etika Kristen
2.      Berikan 2 contoh dari pergaulan bebas dan berikan penjelasan sebab akibatnya!
JAWABAN    :
1.      Pengertian dan penjelasannya adalah sebagai berikut.
A.    Etika
Istilah etika secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, etos artinya kebiasaan (costum). Istilah etika pertama kali  dalam sejarah yang tertulis diperkenalkan oleh filsuf Yunani, Aristoteles melalui karyanya yang berjudul Etika Nicomachiea. Buku tersebut berisikan tentang ukuran - ukuran perbuatan. 
Ditinjau dari sudut asal katanya, etika adalah studi terhadap kebiasaan manusia. Dalam perkembangannya, studi etika tidak hanya membahas kebiasaan yang semata - mata berdasarkan sebuah tata cara (manners), melainkan membahas kebiasaan (adat) yang berdasarkan pada sesuatu yang melekat pada kodrat manusia. Sehingga, dapat dikatakan bahwa yang hendak diketahui dengan penyelidikan oleh etika itu sendiri adalah kebiasaan - kebiasaan dalam arti moral atau kesusilaan. Oleh karena itu, etika sering diartikan sebagai studi tentang yang benar atau salah (right and wrong) dalam tingkah laku manusia.
Etika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan - perbuatan yang di lakukan oleh manusia untuk dikatakan baik atau buruk, dengan kata lain aturan ataupun pola - pola dari tingkah laku yang di hasilkan oleh akal manusia. Karena adanya etika, pergaulan dalam masyarakat/bermasyarakat akan terlihat baik  dan buruknya. Etika itu bersifat relatif yaitu dapat berubah - ubah sesuai dengan kemajuan zaman. Etika juga diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak serta didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan.

Jenis – Jenis Etika
Karena sebagai suatu ilmu, maka etika terdiri atas berbagai macam - macam jenis dan juga ragamnya diantaranya :
1.      Etika deskriptif 
Memberikan gambaran dan ilustrasi tentang tingkah laku manusia ditinjau dari nilai -nilai baik dan juga buruk serta hal - hal yang mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis, yang dianut oleh masyarakat.
2.      Etika normatif
Membahas dan mengkaji ukuran baik, buruknya tindakan manusia, yang biasanya dikelompokkan menjadi, sebagai berikut ini :
a.       Etika Umum
Membahas berbagai macam hubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam mengambil berbagai macam kebijakan berdasarkan teori - teori dan juga prinsip - prinsip moral.
b.      Etika khusus
Etika yang terdiri dari etika sosial, etika individu dan etika terapan, pengertiannya yaitu :
*   Etika sosial adalah yang menekankan tanggung jawab sosial dan hubungan antar sesama manusia dalam aktivitas yang dilakukannya.
*   Etika individu adalah lebih menekankan kepada kewajiban manusia sebagai pribadi.
*   Etika terapan adalah etika - etika yang diterapkan pada sebuah profesi.
B.     Moral
Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Moralisasi, berarti uraian (pandangan, ajaran) tentang perbuatan dan kelakuan yang baik. Demoralisasi, berarti kerusakan moral.
Menurut asal katanya “moral” dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian diterjemahkan menjadi “aturan kesusilaan”. Dalam bahasa sehari - hari, yang dimaksud dengan kesusilaan bukan mores, tetapi petunjuk - petunjuk untuk kehidupan sopan santun dan tidak cabul. Jadi, moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik. Pengertian moral dibedakan dengan pengertian kelaziman, meskipun dalam praktik kehidupan sehari - hari kedua pengertian itu tidak jelas batas -batasnya. Kelaziman adalah kebiasaan yang baik tanpa pikiran panjang dianggap baik, layak, sopan santun, tata krama, dan sebagainya. Jadi, kelaziman itu merupakan norma - norma yang diikuti tanpa berpikir panjang dianggap baik, yang berdasarkan kebiasaan atau tradisi.
Tahap-tahap perkembangan moral menurut John Dewey, yaitu :
*     Tahap pramoral, ditandai bahwa anak belum menyadari keterikatannya pada aturan.
*     Tahap konvensional, ditandai dengan berkembangnya kesadaran akan ketaatan pada kekuasaan.
*     Tahap otonom, ditandai dengan berkembangnya keterikatan pada aturan yang didasarkan pada resiprositas.
Adapun tahap - tahap perkembangan moral yang sangat terkenal adalah yang dikemukakan oleh Lawrence E Kohlberg. Tahap - tahap berkembangan moral tersebut, yaitu :
Ø  Tingkat Prakonvensional yaitu tahap perkembangan moral yang aturan - aturan dan ungkapan - ungkapan moral yang masih ditafsirkan oleh individu atau anak berdasarkan akibat fisik yang akan diterimanya, baik itu berupa sesuatu yang menyakitkan atau kenikmatan. Pada tingkat ini terdapat dua tahap, yaitu tahap orientasi hukuman dan kepatuhan serta orientasi relativitas instrumental.
Ø  Tingkat Konvensional ialah tahap perkembangan moral yang aturan - aturan dan ungkapan - ungkapan moral dipatuhi atas dasar menuruti harapan keluarga, kelompok atau masyarakat. Pada tingkat ini terdapat juga dua tahap, yaitu tahap orientasi kesepakatan antara pribadi dan tahap orientasi hukum atau ketertiban.
Ø  Tingkat Pascakonvensional adalah tahap perkembangan moral yang aturan - aturan dan ungkapan - ungkapan moral dirumuskan secara jelas berdasarkan nilai - nilai dan prinsip moral yang memiliki keabsahan dan dapat diterapkan. Hal ini terlepas dari otoritas kelompok atau orang yang berpegangan pada prinsip tersebut dan terlepas pula dari identifikasi diri dengan kelompok tersebut. Pada tingkatan ini terdapat dua tahap, yaitu tahap orientasi kontrak sosial legalitas dan tahap orientasi prinsip etika universal.

Dengan demikian moral dan etika memiliki perbedaan tolak ukur yang dipakai dengan moral untuk mengukur tingkah laku manusia yaitu adat istiadat, kebiasaan, dan lain – lain yang berlaku di masyarakat. Etika dan moral sama artinya tetapi pemakaiannya dalam sehari-hari terdapat sedikit perbedaan. Moral digunakan untuk perbuatan yang sedang di nilai, sedangkan etika digunakan untuk sistem nilai yang ada.
C.     Norma
Pengertian norma secara singkat adalah aturan yang mengikat. Norma adalah pedoman, ketentuan dan acuan yang menjadi keharusan bagi para anggota masyarakat dan segala objek yang menjadi milik masyarakat tersebut untuk mengikuti dan mematuhi serta mengakui dan sekaligus memberi sanksi bagi yang tidak mengikuti, mematuhi dan mengakui pedoman tersebut.  Norma menetapkan larangan untuk bertindak atau tidak bertindak dan memerintahkan untuk berbuat dan tidak berbuat. Larangan dan perintah tersebut untuk menuntun individu agar tidak berbuat buruk serta dapat membahayakan pergaulan hidup dan memerintahkan agar berbuat baik bagi kehidupan bersama. Dengan norma, kelompok berusaha menunjukkan perbuatan yang baik dan yang buruk dalam bertingkah laku. Individu yang patuh pada norma, maka pergaulan kelompoknya adalah individu yang normal, individu yang wajar dimana tidak mengalami kelainan. Individu normal ialah mereka yang perilakunya tidak menyeleweng dari norma kelompoknya.
Macam - Macam Norma yang Berlaku dalam Masyarakat
1.      Norma agama
Norma agama adalah norma yang hadir dan menjadi pedoman atas keyakinan terhadap pencipta. Dalam norma agama, beberapa ketentuan diberikan hukuman pada hari akhir atau setelah kematian individu tersebut, dan dibeberapa ketentuan untuk pelanggaran terhadap norma agama tertentu langsung diberi hukuman selama dia hidup oleh anggota individu lainnya seperti hukum rajam, dan lainnya. Norma agama memiliki kekuatan yang bervariasi tergantung keadaan negara atau masyarakat tersebut. Apabila negara tersebut adalah negara yang menjunjung tinggi ajaran agama, maka norma agama akan menjadi aturan yang sangat mengikat, contoh di Aceh, sedangkan bila masyarakat tersebut adalah negara yang kurang menjunjung tinggi agama maka akan menjadi aturan atau norma yang lemah. Contohnya penerapan norma agama di Jakarta. Jadi pengertian norma agama adalah norma yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai pedoman dalam hidup manusia dan janji Tuhan terhadap manusia.
2.      Norma Kesusilaan
Pengertian norma kesusilaan adalah pedoman hidup yang berkaitan dengan perilaku baik dan buruk yang didasarkan atas kemampuan untuk mengenali kebenaran dan keadilan serta membuat pembeda diantaranya. Sanksi yang dapat terjadi bagi pelanggar norma kesusilaan adalah pengucilan, pencibiran bahkan dapat pula pengancaman.
3.      Norma Kesopanan
Pengertian norma kesopanan adalah pedoman dan peraturan hidup atau nilai - nilai yang telah diatur dalam agama ataupun dalam adat - istiadat masyarakat. Sesuatu dikatakan perilaku tidak sopan dan dikatakan sopan oleh karena adanya norma kesopanan. Norma kesopanan merupakan gabungan dari kedua elemen penting pembentuk kebudayaan dalam masyarakat yaitu adat istiadat dan agama sehingga norma kesopanan sering disebut sebagai norma moral. Salah satu contoh norma kesopanan adalah cara berpakaian seseorang. Apabila dia berpakaian tidak sesuai dengan norma kesopanan maka akan mendapatkan cibiran, hinaan dari orang disekitarnya dan diapun akan malu dengan hal tersebut.
Macam macam norma kesopanan :
  • Tidak menggunakan perhiasan dan pakaian yang menor dan mencolok ketika berada dalam acara berkabung.
  • Memberikan ucapan terima kasih kepada pemberi bantuan ketika memperoleh bantuan atau pertolongan.
  • Meminta maaf ketika melakukan perbuatan yang salah atau membuat seseorang merasa jengkel. 
4.      Norma Hukum
Pengertian norma hukum adalah aturan - aturan dan ketentuan dalam hidup bermasyarakat bernegara yang berlaku kepada setiap anggota masyarakat yang dibuat berdasarkan kesepakatan antara penguasa negara, rakyat atau perwakilan rakyat ataupun lembaga adat tertentu dalam masyarakat tersebut. Ciri utama dari norma hukum adalah bersifat memaksa dan mengikat. Keduanya berlaku bahwa aturan tersebut wajib dipatuhi oleh siapa pun dan berlaku untuk siapa pun. Selain itu, norma hukum memiliki penegak norma disebut penegak hukum yang telah diakui oleh masyarakat.
Macam macam norma hukum contohnya:
  • Tidak melakukan perbuatan kriminal seperti mencuri dan membunuh karena telah diatur dalam KUHP dan memiliki hukuman yang berat.
  • Setiap warga negara wajib membayar pajak kepada negara atas apa yang dimilikinya.
5.      Norma Kebiasaan
Pengertian norma kebiasaan adalah ketentuan dan pedoman yang dihasilkan dari perbuatan yang dilakukan berulang - ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan dalam suatu masyarakat. Anggota masyarakat yang tidak melakukan atau tidak mengikuti norma kebiasaan yang berlaku dalam masyarakatnya akan dianggap aneh.
Macam macam contoh norma kebiasaan :
  • Salah satu kebiasaan melakukan acara selamatan atau doa tertentu bagi anak yang baru dilahirkan.
  • Aktivitas mudik atau pulang ke tempat kelahiran dan keluarga besar berada saat atau menjelang hari raya.
  • Kebiasaan memperingati anggota masyarakat yang meninggal dengan mengadakan acara di Flores.


D.    Etika Kristen

Etika Kristen adalah  etika yang dianut oleh agama Kristen dan berlandaskan Alkitab sebagai sumber otoritas tertinggi segala kebaikan.
*      Emanuel E. James     : Etika Kristen mempertimbangan relasi dan pengertian akan Allah dalam perilaku manusia dan menunjukkan respon kepada Allah melalui Kristus sebagai syarat mutlak.”
*      DR. .S. Heath             : Etika Kristen adalah suatu hal yang mutlak, yang tertulis dalam hukum Allah yang tidak dapat dilanggar (Yoh 10:35), dan yang ada dalam Yesus Kristus yang tidak pernah berubah (Ibrani 13:8).
Jadi, Etika Kristen adalah sesuatu yang baik dalam manusia dan Allah sebagai pencipta.
Perbedaan Etika Kristen Dan Etika Umum

ETIKA KRSTEN
ETIKA UMUM
PERHATIAN
Kebutuan, ide - ide dan aspirasi seseorang
Kebutuan, ide - ide dan aspirasi seseorang
DASAR HIDUP
Alkitab dan Kristus
Alasan Manusia
TITIK TOLAK
Sistem nilai moral
Proses Moral
SUMBER
Allah
Hasat, nilai - nilai masyarakat
PENUNTUN
Roh Kudus, Firman dan Gereja
Masyarakat yang ada
TUJUAN
Mencapai kehendak Allah dan rencana - Nya
Aktivitas budi pekerti

2.      Dua contoh pergaulan bebas adalah sebagai berikut.
*      Seks Bebas
Seks bebas merupakan hubungan yang dilakukan oleh laki - laki dan perempuan tanpa adanya ikatan perkawinan. Perilaku seks bebas yang terjadi pada remaja dapat disebabkan oleh kurangnya perhatian orang tua terhadap anak yang disebabkan karena kesibukan masing – masing, sehingga anak tidak memperoleh pengetahuan tentang seks bebas dari orang tua dan oleh sebab itulah kadang kala anak terjerumus pada pergaulan yang salah. Perilaku seks bebas juga dapat terjadi jika remaja kurang mempunyai pemikiran yang matang untuk berbuat sesuatu, di tambah lagi karena dorongan dari teman sebaya. Kadang, teman mempunyai pengaruh yang buruk dan memaksa mencoba sesuatu yang baru sehingga mereka mencoba melakukan hubungan seks dengan lawan jenis tanpa memikirkan akibat yang akan terjadi.




  • Penyebab Timbulnya Seks Bebas
  1. Pengaruh lingkungan yang buruk.
  2. Kurangnya perhatian dari orang tua.
  3. Pergaulan yang tidak baik/negatif.
  4. Rendahnya pengetahuan tentang seks.
  5. Hasutan/ajakan dari teman.
  6. Berkepribadian buruk.
  7. Pergaulan bebas yang melebihi batas sewajarnya.
  8. Rasa penasaran ingin mencoba hal - hal yang berbau seks.
  9. Fasilitas pendukung yang diberikan orang tua.
  10. Rendahnya kekuatan iman pada Tuhan.
  • Akibat dari Seks Bebas
  1. Prestasi belajar cenderung menurun.
  2. Sering bolos/izin sekolah.
  3. Terjadi kawin muda dan hamil di luar nikah.
  4. Drop Out sekolah.
  5. Terjangkit penyakit kelamin (Sifilis, Gonorhe, HIV, AIDS, PMS, dan lain - lain).
  • Penanggulangan Seks Bebas
  1. Mempertebal rasa keimanan.
  2. Bergaul dengan baik/positif.
  3. Memilih teman yang baik.
  4. Menghindari pergaulan bebas.
  5. Berkomunikasi secara terbuka dengan orang tua.
  6. Selalu berpikir positif.
  7. Berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu.
  8. Mengikuti kegiatan siraman rohani.


  • Cara Menghindari Seks Bebas
  1. Mempertebal rasa keimanan.
  2. Menghindari berduaan dengan lawan jenis di tempat yang sepi.
  3. Menghindari perilaku yang menimbulkan rangsangan seksual.
  4. Mengekspresikan masa pacaran.
  5. Memperkenalkan teman dekat (pacar) kepada orang tua dan minta izin bila ingin berdua.
  6. Mampu menjaga perilaku seksual yang sehat.
  7. Memilih teman yang berakhlak baik.
  8. Memperbanyak aktivitas olahraga untuk mengisi waktu luang.
  9. Berani mengatakan tidak terhadap ajakan teman untuk melakukan seks bebas.
  10. Jangan mudah percaya pada rayuan/bujukan dan janji - janji manis.
*      Ketergantungan Narkoba.
Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan obat berbahaya. Narkoba menjadi ancaman terberat bagi bangsa ini. Puluhan ribu orang sudah terjangkit narkoba. Narkoba terdiri dari beberapa macam yaitu :
*      Opiat ( heroin, morfin, ganja )
*      Amfetamin ( shabu, ekstasi, inex )
*      Kokain
*      Benzodiazepin ( pil nipam, BK, magadon)
Begitu banyak macam narkoba yang sudah menyebar di negeri ini. Berapa jiwakah yang akan terjangkit narkoba lagi? Kita tidak akan tahu berapa jumlah anak muda yang akan terpengaruh oleh narkoba sebelum pemerintah berusaha memberantas narkoba itu. Seorang pengguna narkoba bisa terjangkit virus HIV/AIDS jika dia menggunakan jarum suntik secara bergantian. Memang sungguh berbahaya, tetapi mengapa para pemakai itu nekat menggunakannya?
Narkoba membuat penggunanya merasa lebih percaya diri bahkan ada yang mengatakan sebagai gaya hidup zaman sekarang. Narkoba juga sebagai pelarian dari suatu masalah. Yang lebih ironis lagi, banyak orang yang beranggapan, mengkonsumsi narkoba sebelum melakukan hubungan seksual bisa menambah kemampuan dan kekuatan. Sehingga, sering kita dengar adanya pesta narkoba yang kemudian dilanjutkan dengan pesta seks, atau ada suatu anggapan yang mengatakan komplek pelacuran identik dengan narkoba. Mengkonsumsi narkoba bukannya akan menambah kekuatan, namun sebaliknya justru akan menimbulkan masalah dan berakibat buruk terhadap fungsi seksual. Gangguan fungsi seksual karena menggunakan barang haram ini, tergantung dari jenis narkoba yang digunakan.

SOLUSI (PENCEGAHAN) PERGAULAN BEBAS

Pergaulan bebas memang sangat meresahkan, tidak hanya orang tua saja, tetapi masyarakat pun juga dibuatnya resah. Hal ini dapat dikurangi bahkan dapat dicegah dengan cara – cara berikut :
1)      Pentingnya kasih sayang dan perhatian yang cukup dari orang tua dalam hal dan keadaan apapun.
2)      Pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. Pengekangan terhadap seorang anak akan berpengaruh terhadap kondisi psikologisnya. Di hadapan orang tuannya dia akan bersikap baik dan patuh, tetapi setelah dia keluar dari lingkungan keluarga, dia akan menggunakannya sebagai pelampiasan dari pengekangan itu, sehingga dia dapat melakukan sesuatu yang tidak diajarkan orang tuannya.
3)      Seorang anak hendaknya bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Hal tersebut dikarenakan apabila seorang anak bergaul dengan teman yang tidak sebaya yang hidupnya berbeda, sehingga dia pun bisa terpengaruh gaya hidupnya yang mungkin belum saatnya untuk dia jalani.
4)      Pengawasan yang lebih terhadap media komunikasi, seperti internet, handphone, dan lain-lain.
5)      Perlunya bimbingan kepribadian bagi seorang anak agar dia mampu memilih dan membedakan mana yang baik untuk dia maupun yang tidak baik.
6)      Perlunya pembelajaran agama yang diberikan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai agamanya.



DAFTAR WEBSITE