Minggu, 22 Februari 2015

I MUST BE STRONG



Yoo… sudah seminggu aja nih kita ga ketemu :D. Belakangan ini aku sibuk banget, yah apalagi kesibukkan anak kelas XII kalau gak, try out ya les, atau club belajar. Cape? Ya pasti cape banget, serasa tiada akhirnya. Setiap hari melakukan kegiatan yang itu - itu aja. Hadohh, bosan banget dahh.. Apalagi aku ini tipe orang yang cepat merasa bosan dan badmood. Dikit – dikit kalau ga ada kerjaan di sekolah pengennya pulang aja. Ditambah besok udah try out 3, ga lama lagi UN!!!!... Oaaallaah,, macam mana ini?
Setiap hari, setiap pagi, apa yang kalian rasa kalau bangun pagi? Kalau libur sih aku yakin, kalian gak bakal bangun melainkan tidur aja terus kaya kebo :p. Tapi, kalau tahu besoknya sekolah, hiddiihh males banget tuh buat bangun. Kalau bisa ya, aku adain tuh hari khusus BOLEH GAK SEKOLAH buat siswa yang berkepentingan? Wkwkwk..ga bisa lah,,kalau bisa mah dari dulu aja kubuat, berhubung aku bukan siapa – siapa di sekolah melainkan hanyalah siswa biasa yang tak memiliki kuasa apapun dan hanya menerima perintah dari orang yang berkuasa.. Hedehh, aku sendiri aja bingung dengan kalimatku @_@..
Yah..mau gimana lagi, namanya juga manusia, ya harus ngelakuin semua aktivitas wajibnya ketika hidup di dunia. Masa mau nyantai – nyantai aja sambil nunggu TUHAN datang jemput terus pergi ke surga? Helooo, hidup ga segampang itu kalee.. Hidup itu penuh dengan tantangan, perjuangan, penderitaan, dan petualangan. Kadang, aku bertanya – tanya, mengapa kita harus hidup dan melakukan semua kegiatan sedemikian rupa. Apakah kita hidup hanya untuk mengulang semua kegiatan setiap hari? Tentu tidak bukan. Kita hidup pasti ada tujuannya, karena hidup adalah anugerah dari Tuhan. Kita hidup dengan cara kita masing – masing dengan tujuan yang berbeda. Lalu, bagaimana cara kita melalui hidup yang berat ini? Menghadapi setiap problema dan dilema yang menerpa?



AKU HARUS KUAT.
Yap, itulah kalimat pagi ini yang masih tersimpan rapi dibenakku. Pagi ini seperti biasa aku pergi ke Gereja, dan aku mendengarkan khotbah pendeta yang sangat memberkati. Khotbahnya tentang kekuatan menjalani hidup. Hidup ini bagaikan kapal yang berlayar dilautan luas, dan kita sebagai pengemudinya. Kapal itu akan terombang – ambing bila melewati badai dan hampir tenggelam  bila air mulai naik. Jika kita adalah seorang pelaut handal sekalipun, pasti mengalami masalah, mengalami suatu kesukaran dalam mengemudikan kapal itu agar kembali kepada jalur yang benar. Begitu pula dengan hidup ini, pasti mengalami pergumulan baik itu berat atau ringan. Ingat, jangan kuatir!!!..
Sama seperti kapal yang hendak karam, pasti kita akan menjatuhkan jangkar sebagai penopang agar kapal tersebut tidak tenggelam. Nah, kita pun memiliki jangkar hidup yang membuat kita bertahan dan mampu menjalani hidup ini. Apakah jangkar hidup kita? Yang pertama, adalah IMAN. Setiap umat beragama pasti memiliki iman percaya kepada Tuhannya masing – masing. Iman adalah dasar dari pengharapan dan bukti dari segala yang tak terlihat. Kita cukup percaya saja bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. He is never never never ever leave me! Cukup perkatakan itu saja dan yakinilah. Ia tidak akan membiarkan kita jatuh sampai tergeletak. Tuhan turun tangan menopang kita, memulihkan kita kembali dengan cara-Nya yang ajaib.
Yang kedua adalah PEGANG JANJI TUHAN. Seperti pelangi yang selalu menghiasi langit sehabis hujan, maka ingatlah bahwa Tuhan selalu menepati janjinya. Kita hanya perlu kekeh dan berpegang pada janjinya. Karena berpegang padanya, maka disitu pulalah kita akan sanggup untuk bertahan.
Yang ketiga, adalah PERCAYA KEPADA PEMIMPIN. Siapakah pemimpin saudara? Dalam hidup, tidak mungkin kita berjalan sendiri, pastinya ada selalu seseorang yang memimpin kita, contohnya ayah kita, guru, gubernur, dan presiden. Mereka semua adalah para pemimpin kita di dunia, dan kita patut percaya kepada mereka. Dengarkan perintahnya, dengarkan nasihatnya, dan lakukanlah hal yang baik. Kita harus percaya, sama halnya kita percaya dengan Tuhan. ALL IS WELL!!..
Kalian tahu guys, kenapa aku sering banget ngepost blog tentang nilai – nilai kehidupan? Bukan karena ingin dianggap suci, anak alim, atau apalah itu. Aku menulis tulisan ini dikarenakan aku juga belajar untuk hidup lebih baik lagi. Aku tahu kebenaran dan aku ingin kalian semua juga mengetahuimya. Biarlah kita sama – sama belajar untuk menjadi lebih baik lagi, dan tulisan ku ini kiranya dapat membantu teman – teman sekalian. J
Ingatlah….
Waktu seperti sungai, kamu tidak bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalianya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali. Untuk itu, buatlah hidupmu lebih BERARTI.
Betul, kita harus membuat hidup ini berarti agar tidak  meninggalkan penyesalan. Aku ingin membagikan suatu cerita, yang menurutku patut untuk diperbincangkan :D
Suatu hari, seorang mahasiswa yang adalah murid dari Aristoteles, bertanya kepadanya “Guru, apakah arti cinta sejati sesungguhnya?” Bukannya menjawab, Aristoteles malah memerintahkannya untuk memetik setangkai bunga untuknya dipadang. Tanpa bertanya alasannya, sang murid pun pergi ke padang.
Setelah kira – kira 1 jam, sang murid kembali dengan tangan hampa. Aristoteles pun bertanya “Dimanakah bunga yang kau petik? Mengapa kau tak membawanya?” Sang murid pun menjawab,”Guru, saat aku pergi ke padang, aku takjub dengan keindahan bunga – bunga disana. Sungguh indah guru. Akupun memetik setangkai bunga yang berada di barisan paling belakang. Aku amati kembali bunga itu, sangat indah. Tetapi, aku kembali berpikir. Kalau bunga yang berada di barisan paling belakang saja indah sekali, apalagi yang berada di barisan paling depan. Oleh karena itu, aku pun meletakkan kembali bunga yang ku petik tadi, dan pergi ke barisan paling depan. Namun, guru tahu? Bunga dibarisan depan tidak indah sama sekali, bahkan ada yang nyaris membusuk. Jadi, aku putuskan untuk kembali ke bunga yang aku tinggalkan tadi. Namun, ketika aku kembali, bunga yang kuletakkan tadi sudah menghilang diambil orang. Jadi, begitulah, aku tidak mendapatkan apa – apa dan kembali dengan tangan kosong. Maafkan aku guru” jelas sang murid.
Aristoteles pun tersenyum dan berkata “Kau sudah mengerti muridku, itulah arti cinta sejati. Kita sering merasa tidak puas dengan apa yang kita miliki sekarang, dan berpikir bahwa pasti ada yang lebih baik dari pasangan yang kita miliki. Padahal, tidak ada yang lebih baik dan tidak ada yang sempurna. Cinta sejati itu bukan dari yang terbaik atau sempurna melainkan dari yang paling cocok dan sesuai dengan pribadi kita. Kita sebagai manusia, sering merasa tidak puas dan membuang apa yang sudah kita genggam. Kita terus mencari dan mencari , tapi tidak menghasilkan apa – apa. Karena kita tidak tahu, bahwa apa yang kita buang, itulah yang terbaik untuk hidup kita. Belajarlah untuk menghargai sesuatu dan syukuri atas apa yang sudah kamu miliki JJJJ
Yapppzzz, cerita di atas mengakhiri curhatan blog ku kali ini.. Meski tulisan ku ini agak amburadul tapi masih sedap kok untuk dibaca :D..Sebagai penutup, ada kalimat inspiratif lagi nih :D
A winning horse don’t know what is win
It only runs in pain given by his rider
So whenever you are in pain
Think that GOD wants you to win.


See you guys J
NB : Aku Siap!!! Menghadapi pertempuran besok pagi…:D!!!!!!

Minggu, 15 Februari 2015

CATATAN KECIL


Sebelum mengetik dan mengucapkan kata “hai”, kalian tahu apa yang di lakukan seorang penulis? Menurut pengalamanku, yang baru seumur biji cabe ini, hal pertama yang dilakukan penulis, pasti ngambil benda kotak yang bernama laptop atau notebook. Lalu, benda itu dihidupkan dan ditunggu sampai siap dipakai. Setelah siap, pasti seorang penulis membuka program Microsoft Office, dan terlihat lah gambar kertas putih disana. Kemudian, dengan semangat penulis akan memulai mengetik ide – ide cemerlang dalam otaknya. Namun, setelah beberapa saat… tik tok tik tok suara jam terus berdetak, dan penulis tersebut tidak mengetik apapun. Ingin mengetik, tapi bingung harus dimulai darimana, apa yang ingin dibahas, dan yang paling penting apakah topik pembahasannya tidak meniru topik orang lain alias plagiat. Siapakah penulis tersebut? Yang hanya dapat memandang layar laptopnya tak henti – henti?
Yap , siapa lagi kalau bukan aku, penulis abal – abal yang sedang mencoba menjadi penulis sesungguhnya*apasih-_-. Dulu, aku kira menjadi penulis itu gampang. Kecil mah, cuma ngetik doang, terus post deh ke dunia maya. Apa susahnya coba, cuma mikirin beberapa kalimat estetis  dan dapat menggugah masyarakat? Pokoknya, jadi penulis itu simple banget!!
Nah, begitulah teman, pemikiran sempit ku dulu. Aku menganggap pekerjaan seorang penulis itu mudah, semudah aku memandang dirinya #eh^^. Ternyata oh ternyata, menulis itu susah banget. Sulit banget, sesulit aku mendapatkan hatinyaL. Aku hanya bisa termenung, galau, gundah gulana memikirkan kata per kata, kalimat per kalimat. Selama seminggu memirkan topik yang pas dan akurat, tapi tetap aja ketika sudah mulai ngetik, pikiran langsung nge-blank ke negeri antah berantah, sama kaya mikirin dia yang gak mikirin aku sama sekali#plakk.
Yah, namanya juga manusia, selalu menganggap remeh sesuatu. Apa – apa, ah itu mah gampang. Iya bener, tenang aja lagi, kan masih ada hari esok. Huh, hari esok gundulmu!! Yang namanya pekerjaan itu , jangan dianggap remeh. Buktinya, kaya aku ini teman, nulis blog ini sampai pusing tujuh keliling, mengelilingi menara Pizza tujuh kali -_-. Kapok deh selalu nganggap hal kecil itu gampang. Karena hal yang kita anggap kecil, ternyata dapat menjadi suatu hal yang sanggaaattt besar, sebesar cintaku padanya*baperrmuluu-_-.
Contoh nyatanya itu adalah api. Kalian tentu pernah dengar peribahasa, “kecil – kecil jadi kawan, kalau besar jadi lawan”. Nah itu dia yang dimaksud dengan api! Kalau apinya kecil, membantu kita untuk memasak makanan, hidupin lilin, dan sebagainya. Tetapi, kalau sudah besar kaya awan, api itu akan memakan semua yang ada sampai hangus tak tersisa. Nah, begitulah akibatnya kalau meremehkan hal yang kecil. Oleh karena itu, kita harus belajar yang namanya menghargai sesuatu. Sesuatu itu banyak wujudnya, bisa berupa tugas, pekerjaan, pemberian, nasihat, ataupun uang. Kita harus mencoba bisa dalam menghargai hal yang kecil agar kita pun dihargai dalam hal yang besar. Kali ini, aku sang penulis kalian yang super imut dan kawaii ini, akan membahas topik masalah… jeng jeng..jeng jeng……………. 
                                                             KECIL VS BESAR
                                      
Houureeee,, akhirnya alat ajaib doraemon keluar juga, hihihi ga lah teman, penulis cuma becando. Oke, tanpa basa – basi lagi, karena sudah basi dengan pembukaan di atas, sekarang kita akan menyelidiki dan menelesuri, apakah yang dimaksud dengan besar dan kecil, serta mengapa mereka berdua diperadukan*ceileh-.-
Yupzzz, kita semua tahu kecil itu berarti hal yang kecil, dan besar berarti hal yang besar. Lalu apa masalahnya? Yang menjadi bahan perbincangannya adalah bagaimna sikap kita dalam menghadapi hal yang kecil dan besar itu. Seperti yang sudah aku bahas diatas tadi, hal kecil dapat menjadi besar, dan juga sebaliknya hal besar dapat menjadi hal yang kecil. Itu semua tergantung kita dalam mengambil pilihan, karena hidup ini pada dasarnya adalah sebuah pilihan, jadi pilih aja yang terbaik.
Kita sering mendengar kalimat, kecil – kecil cabe rawit. Biar kecil tapi berani, tantangan apapun dapat dihadapi. Yap, hal kecil yang diremehkan dapat merebak menjadi hal besar yang tak terduga. Karena semua hal itu selalu diawali dengan hal yang sederhana. Seperti anabolisme dalam biologi, semua zat organik seperti protein, terbentuk dari beribu – ribu asam amino yang sangat kecil, tapi manfaatnya sungguh luar biasa. Kalau tidak ada asam amino, apa dayanya tubuh kita ini, tidak ada zat pembangkit yang memperbaiki seluruh sistem dalam tubuh. Begitu pula dalam kimia dan fisika, terdapat atom yang kecil dan tidak dapat terbagi lagi. Atom yang kecil ini memiliki lagi bagian yang super duper kecil yang kita sebut inti atom. Atom – atom inilah yang bersatu padu  dan membentuk suatu materi. See? Little things can be ordinary!!
So, how about big? Hal besar, selalu identik dengan sesuatu yang megah dan menawan. Hal yang wow, luar biasa dipandang mata  orang awam seperti kita. Namun, tahukah kalian, bahwa terkadang hal yang kita pandang besar dan luar biasa itu, ternyata tidak memiliki nilai apapun dan tidak berharga. Tidak lebih baik dari hal kecil yang meningkat besar. Perbandingannya, bagaikan energi aktivasi yang tinggi tetapi tiba – tiba merosot turun dan jatuh karena tidak adanya enzim yang membantu. Begitulah hal besar tersebut sering terjadi. Kita terlalu sering mengindahkan hal besar, padahal hal besar itu biasa saja dan tidak berarti apa – apa.
Contohnya teman, jika pada malam hari kita memandang langit, kita pasti melihat bintang – bintang bertaburan disana. Bintang – bintang yang terlihat sangat kecil dan sangat jauh. Tentu, rasa penasaran timbul di hati mengenai bentuk bintang yang sebenarnya. Manusia berakal pun mulai meneyelidiki, dan didapatlah hasil yang wow amazing!! Ternyata sebuah bintang yang kita pandang kecil, memiliki bentuk yang sangat besar dan indah. Selain itu, bintang – bintang itu pula membentuk rasi yang begitu indah, yang disebut rasi bintang dengan bentuk – bentuk yang berbeda.


Sama halnya dengan kehidupan kita, jangan memandang remeh hal kecil. Kerjakan saja pekerjaan itu, sebagai bahan bakar untuk meraih tujuan hidup kita. Hal besar belum tentu semuanya baik, dan hal kecil belum tentu semuanya buruk. Hidup itu penuh misteri, seperti kita meniup sebuah balon. Kita meniup balon tersebut sesuai keinginan kita, apakah besar atau kecil. Namun, kita tidak tahu kapan balon tersebut dapat pecah. Kita hanya dapat mengira – ngira berapa volume udara yang cukup ditampung balon tersebut tanpa membuatnya pecah.

Pada dasarnya, balon yang kelebihan muatan akan pecah dengan sendirinya. Jadi, kita hanya perlu mengisinya dengan secukupnya. Lakukan semuanya itu cukup sesuai dengan kemampuan kita masing – masing. Tetaplah pada batasanmu, dan syukuri apa yang kamu terima. Karena hidup yang baik itu adalah hidup yang dimulai dari yang sederhana. Look around, make small things become big things and keep on your boundaries. J J :)

Yohohoho, penulis imut kalian sudah mulai lelah. Sampai disini dulu ya tulisanku. Tunggu tulisan berikutnya minggu depan, dan rasakan esensinya :D Sebagai penutup, ada kalimat bagus nih :
“Just living is not enough. One must have sunshine, freedom, and a little flower” ~Hans Christian Andresen~ bye bye minaa JJ:)