Pagi
itu aku datang dengan tergesa – gesa, aku takut kalau aku akan terlambat.
Tetapi kuyakinkan lagi diriku bahwa aku tidak akan lambat. Aku yakin sebab hari
itu adalah hari pertama aku mulai Try Out 1. Biasanya sekolah kami tidak akan
mengadakan upacara bendera dan jam masuk pun akan lebih lama. Ketika aku
mendekati sekolah, harapan ku pun sirna, sekolah sudah sepi dan guru piket
sudah berjaga di depan, membuat hatiku semakin berdegup kencang. Kukuatkan
tekadku berhubung aku tidak mungkin menghindarinya, aku pun berjalan perlahan
dan ku lihat banyak siswa terlambat sudah berjejer berbaris di tempat yang
berbeda dengan peserta upacara. Aduh, gawat, sudah pasti dong aku lambat, aku
pun mendatangi guru piket dan mulai menulis nama dan kelasku. Saatku menulis,
aku melihat ada satu siswa yang dengan enaknya duduk dipos satpam dan tidak
ikut berbaris. Alih – alih aku mendengar bahwa siswa perempuan yang muda
setahun dariku itu sakit dan diperbolehkan untuk duduk. Akupun merasa bahwa
kondisi ku masih belum stabil semenjak aku keluar dari rumah sakit. Kepala
terasa pusing dan serasa terpaksa untuk
berjalan. Aku mendapat ide untuk meminta ijin kepada guru piket untuk duduk
karena aku pun sakit. Dan jadilah, aku menunggu di pos satpam itu sampai
upacara bendera selesai.
Sekitar
15 menit kemudian, upacara bendera berakhir dan aku pun kembali ke kelas. Hari
itu sangat melelahkan bagiku. Ditambah dengan kondisiku dan akupun harus
menjawab soal yang begitu banyak dengan kemampuanku yang belum stabil. Jujur
aku hanya sedikit belajar, karena apa daya tubuh ku tak sanggup menopang beribu
kata dan berjuta kalimat serta bermilyaran angka yang dikemas dalam rumus –
rumus praktis namun sulit untuk dikerjakan. Aku heran dengan teman – teman ku
yang bahkan tidak belajar sedikit pun, namun mereka tenang – tenang saja.
Apakah karena ini hanyalah sebuah Try Out belaka? Tapi, yah memang semua
pendapat orang itu berbeda, dan aku tak mau berdebat dengan itu. Setelah 3 hari
berlalu, aku dapat menyelasaikan Try Out 1 dengan cukup baik, walau
pengerjaannya masih memerlukan kerja sama yang erat antar teman – teman. Karena
aku ingat sebuah pepatah mengatakan Bersama
Kita Bisa, maka akupun menerapkannnya. Tidak salah juga bila ada yang mengatakan
harus berjuang sendirian, karena pada akhirnya kita nanti juga akan tertinggal
sendiri dan hanya akan bersama dengan kepercayaan kita masing – masing apakah
kita mencoba untuk bersama kembali dengan orang – orang atau mengurung diri,
menutup diri dari dunia luar.
Selama
Try Out 1 aku belajar, bahwa jawaban yang benar tidak bisa jatuh begitu saja
dari langit, atau jatuh dari pengocokkan jawaban pada penghapusmu, ataupun
memilih dengan metode cap cip cup. Kamu tetap harus berusaha dengan belajar
keras dan tidak lupa berdoa. Karena yang namanya teman itu beragam, ada yang
biasa saja baiknya, ada yang baik banget, ada yang royal, bahkan ada yang
sangat pelit. Bahayanya dalam mengerjakan segala macam per-tes-an adalah
bersama teman yang pelit apalagi dia mengusai pelajaran dalam satu bidang yang
kamu tidak bisa. Berbagi rumus dan cara pengerjaan saja tidak mau, apalagi
jawaban. Bagai pungguk merindukan rembulan, kawan! Jangan berharap pada
teman yang pelit, karena sebelum dia dibukakakan mata hatinya akan pertemanan
yang tulus memberi, maka ia tidak akan mengerti walau kita sudah panjang lebar
menjelaskannya. Yah, itulah yang sudah aku rasakan, aku bertekad di Try Out 2
nanti aku akan belajar semaksimal mungkin. Bukan untuk mencari dan mengejar
nilai tertinggi tetapi untuk menguji kemampuan ku, apakah aku ini benar – benar
pandai atau hanya omong besar belaka. Sungguh aku malu bila orang mengatakan
aku ini cerdas, tetapi sedikitpun aku belum bisa membuktikannya. Tetapi aku
tidak bersedih kawan, aku tetap bangkit walau sudah jatuh dan gagal berkali –
kali. Karena apa nikmatnya hidup ini bila kita selalu merasakan kemenangan
tanpa pengorbanan. Bila kita ingin mendapatkan uang banyak, kita tentu akan
mengeluarkan uang juga bukan?.. Kita perlu mengambil dan mengahadapi resiko
besar untuk mendapatkan sebuah kemenangan besar. Jadi teman, aku pun
menyarankan pada kalian untuk jangan malas dalam belajar, karena apa gunanya
nilai tinggi pada rapotmu bila otakmu kosong dan tidak bisa apa – apa? Sangat
memalukan bukan? Jujurlah pada dirimu sendiri dan berjuang dengan kemapuanmu
serta selalu andalkan Tuhan dalam hidupmu..
Kalian
suka Drama Korea? Setiap drama Korea yang aku tonton aku selalu mengambil
pelajaran dan manfaatnya, bukan hanya kisah cintanya saja. Baru – baru ini aku
menonton drama Korea PINOCHIO. Drama itu mengisahkan seorang yang terkena
sindrom Pinokio dan tidak bisa berbohong. Bila ia berbohong maka ia akan
cegukan. Untung saja cegukan, bila ia kentut atau muntah kan jadi berabe
urusannya :D. Aku masih belum selesai menonton drama itu, tetapi dari beberapa
episode yang sudah aku tonton, aku mengambil beberapa pembelajaran hidup yang
patut untuk dicontoh. Dalam drama itu terdapat seorang siswa yang disebut
seluruh siswa di sekolahnya adalah ALL ZERO yang artinya semua nilai mata
pelajarannya adalah 0 besar. Dia dianggap orang paling bodoh di sekolahnya, dan
juga tidak dihargai. Tetapi suatu saat ia mengeluarkan kemampuannya yang
sebenarnya, dan ternyata ia adalah anak yang paling jenius. Selama bersekolah ia
menyembunyikan kemampuan belajaranya yang laur biasa, dan diam – diam belajar
diperpustakaan, bahkan hampir semua buku di perpustakan itu sudah ia baca semua
selama kurun waktu 8 tahun berturut – turut. Sungguh hebat bukan, orang yang
jenius tapi tidak ingin dianggap jenius. Ia bergerak dalam diam bagai air yang
mengalir dan angin yang menghanyutkan, sampai tiba waktunya ia menunjukannya
dan semua orang terkejut dan tercengang karenanya. Aku sadar, bahwa kita tidak
boleh meremehkan kemampuan orang lain. Tidak ada orang bodoh, tetapi yang ada
adalah orang yang malas. Contohnya orang yang kuceritakan tadi, ia jenius bukan
karena ia tiba – tiba langsung jenius atau diberikan anugerah begitu saja maka
ia pintar selamanya. Tidak Kawan! Ia tetap belajar keras tanpa seorang pun
mengetahuinya. Disaat orang lain belajar maka ia bermain, tetapi disaat orang
lain lengah, bermain, dan sibuk dengan duniannya sendiri, maka ia belajar
dengan keras untuk meningkatkan kemampuan otak dan IQ nya. Aku benar – benar
kagum dengan sikapnya dan juga malu karena diriku sendiripun sangatlah malas
untuk belajar. Aku mau berubah, tapi yah memang perubahan itu sulit untuk
dilakukan, bila mudah maka dari dulu saja negara kita ini menjadi negara maju
dan berjaya.
Perubahan
itu memerlukan karakter yang baik. Karakter dan diri kita sendirilah yang mampu
mengubahnya, bukan orang lain , guru, atau pun kedua orangtua kita. Seperti
pesan tersirat di film BoxTroll, bukan kotak dan keju yang membentuk dirimu,
tetapi kamu sendirilah yang membentuknya. Perubahan itu sudah tertanam dalam
hatimu, tinggal kamu sendiri saja yang memilih untuk berubah atau tidak. Bila
kamu tidak mau berubah untuk dirimu, maka berubahlah untuk kedua orang tuamu.
Aku kasihan kepada para orang tua yang setiap hari banting tulang mencari uang
untuk menafkahi kita makan, dan sekolah. Sedangkan kita, apa yang kita lakukan?
Kita hanya bisa menengadahkan tangan tanpa tau bagaimana perasaan mereka.
Mungkin setiap pagi kita melihat mereka tersenyum memberikan uang jajan pada
kita, namun apakah kamu tahu kekhawatiran mereka setiap harinya? Mereka cemas
apa yang akan dimakan besok dan bagaimana membayar uang sekolah kita. Oleh
karena itu mereka kerja mati – matian hanya demi kita anak – anaknya yang tak
tahu berterima kasih yang dengan manjanya meminta semua kebutuhan kepada orang
tua. Memang kita masih sekolah dan belum bisa bekerja menghasilkan uang, namun
sebagai pelajar kita masih bisa belajar bukan? Membanggakan orangtua adalah hal
paling indah dan bahagia buatku, apalagi disaat mereka senang akan kemapuan
anaknya. Aku merasa senang melihat senyum diwajah mereka, begitu juga dengan
kaliankan teman? Oleh karena itu, carilah ILMU bukan NILAI. Saatnya kita
mencari pengetahuan dan wawasan demi diri kita sendiri dan keluarga kita, lebih
baik lagi bila wawasan kita dapat membantu orang lain. Berjuang lah teman,
arungi samudera petualangan hidupmu dengan gagah kuatmu, siap mentalmu, agar
hidupmu kelak menjadi saluran berkat bagi orang banyak yakni rakyat Indonesia
dan Dunia. Yohohohoho.. Ganbatte!!!!! JJJ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar