Sabtu, 31 Januari 2015

Serpihan Kata Dibalik Cerita



Pagi itu aku datang dengan tergesa – gesa, aku takut kalau aku akan terlambat. Tetapi kuyakinkan lagi diriku bahwa aku tidak akan lambat. Aku yakin sebab hari itu adalah hari pertama aku mulai Try Out 1. Biasanya sekolah kami tidak akan mengadakan upacara bendera dan jam masuk pun akan lebih lama. Ketika aku mendekati sekolah, harapan ku pun sirna, sekolah sudah sepi dan guru piket sudah berjaga di depan, membuat hatiku semakin berdegup kencang. Kukuatkan tekadku berhubung aku tidak mungkin menghindarinya, aku pun berjalan perlahan dan ku lihat banyak siswa terlambat sudah berjejer berbaris di tempat yang berbeda dengan peserta upacara. Aduh, gawat, sudah pasti dong aku lambat, aku pun mendatangi guru piket dan mulai menulis nama dan kelasku. Saatku menulis, aku melihat ada satu siswa yang dengan enaknya duduk dipos satpam dan tidak ikut berbaris. Alih – alih aku mendengar bahwa siswa perempuan yang muda setahun dariku itu sakit dan diperbolehkan untuk duduk. Akupun merasa bahwa kondisi ku masih belum stabil semenjak aku keluar dari rumah sakit. Kepala terasa  pusing dan serasa terpaksa untuk berjalan. Aku mendapat ide untuk meminta ijin kepada guru piket untuk duduk karena aku pun sakit. Dan jadilah, aku menunggu di pos satpam itu sampai upacara bendera selesai.
Sekitar 15 menit kemudian, upacara bendera berakhir dan aku pun kembali ke kelas. Hari itu sangat melelahkan bagiku. Ditambah dengan kondisiku dan akupun harus menjawab soal yang begitu banyak dengan kemampuanku yang belum stabil. Jujur aku hanya sedikit belajar, karena apa daya tubuh ku tak sanggup menopang beribu kata dan berjuta kalimat serta bermilyaran angka yang dikemas dalam rumus – rumus praktis namun sulit untuk dikerjakan. Aku heran dengan teman – teman ku yang bahkan tidak belajar sedikit pun, namun mereka tenang – tenang saja. Apakah karena ini hanyalah sebuah Try Out belaka? Tapi, yah memang semua pendapat orang itu berbeda, dan aku tak mau berdebat dengan itu. Setelah 3 hari berlalu, aku dapat menyelasaikan Try Out 1 dengan cukup baik, walau pengerjaannya masih memerlukan kerja sama yang erat antar teman – teman. Karena aku ingat sebuah pepatah mengatakan Bersama Kita Bisa, maka akupun menerapkannnya. Tidak salah juga bila ada yang mengatakan harus berjuang sendirian, karena pada akhirnya kita nanti juga akan tertinggal sendiri dan hanya akan bersama dengan kepercayaan kita masing – masing apakah kita mencoba untuk bersama kembali dengan orang – orang atau mengurung diri, menutup diri dari dunia luar.
Selama Try Out 1 aku belajar, bahwa jawaban yang benar tidak bisa jatuh begitu saja dari langit, atau jatuh dari pengocokkan jawaban pada penghapusmu, ataupun memilih dengan metode cap cip cup. Kamu tetap harus berusaha dengan belajar keras dan tidak lupa berdoa. Karena yang namanya teman itu beragam, ada yang biasa saja baiknya, ada yang baik banget, ada yang royal, bahkan ada yang sangat pelit. Bahayanya dalam mengerjakan segala macam per-tes-an adalah bersama teman yang pelit apalagi dia mengusai pelajaran dalam satu bidang yang kamu tidak bisa. Berbagi rumus dan cara pengerjaan saja tidak mau, apalagi jawaban. Bagai pungguk merindukan rembulan, kawan! Jangan berharap pada teman yang pelit, karena sebelum dia dibukakakan mata hatinya akan pertemanan yang tulus memberi, maka ia tidak akan mengerti walau kita sudah panjang lebar menjelaskannya. Yah, itulah yang sudah aku rasakan, aku bertekad di Try Out 2 nanti aku akan belajar semaksimal mungkin. Bukan untuk mencari dan mengejar nilai tertinggi tetapi untuk menguji kemampuan ku, apakah aku ini benar – benar pandai atau hanya omong besar belaka. Sungguh aku malu bila orang mengatakan aku ini cerdas, tetapi sedikitpun aku belum bisa membuktikannya. Tetapi aku tidak bersedih kawan, aku tetap bangkit walau sudah jatuh dan gagal berkali – kali. Karena apa nikmatnya hidup ini bila kita selalu merasakan kemenangan tanpa pengorbanan. Bila kita ingin mendapatkan uang banyak, kita tentu akan mengeluarkan uang juga bukan?.. Kita perlu mengambil dan mengahadapi resiko besar untuk mendapatkan sebuah kemenangan besar. Jadi teman, aku pun menyarankan pada kalian untuk jangan malas dalam belajar, karena apa gunanya nilai tinggi pada rapotmu bila otakmu kosong dan tidak bisa apa – apa? Sangat memalukan bukan? Jujurlah pada dirimu sendiri dan berjuang dengan kemapuanmu serta selalu andalkan Tuhan dalam hidupmu..
Kalian suka Drama Korea? Setiap drama Korea yang aku tonton aku selalu mengambil pelajaran dan manfaatnya, bukan hanya kisah cintanya saja. Baru – baru ini aku menonton drama Korea PINOCHIO. Drama itu mengisahkan seorang yang terkena sindrom Pinokio dan tidak bisa berbohong. Bila ia berbohong maka ia akan cegukan. Untung saja cegukan, bila ia kentut atau muntah kan jadi berabe urusannya :D. Aku masih belum selesai menonton drama itu, tetapi dari beberapa episode yang sudah aku tonton, aku mengambil beberapa pembelajaran hidup yang patut untuk dicontoh. Dalam drama itu terdapat seorang siswa yang disebut seluruh siswa di sekolahnya adalah ALL ZERO yang artinya semua nilai mata pelajarannya adalah 0 besar. Dia dianggap orang paling bodoh di sekolahnya, dan juga tidak dihargai. Tetapi suatu saat ia mengeluarkan kemampuannya yang sebenarnya, dan ternyata ia adalah anak yang paling jenius. Selama bersekolah ia menyembunyikan kemampuan belajaranya yang laur biasa, dan diam – diam belajar diperpustakaan, bahkan hampir semua buku di perpustakan itu sudah ia baca semua selama kurun waktu 8 tahun berturut – turut. Sungguh hebat bukan, orang yang jenius tapi tidak ingin dianggap jenius. Ia bergerak dalam diam bagai air yang mengalir dan angin yang menghanyutkan, sampai tiba waktunya ia menunjukannya dan semua orang terkejut dan tercengang karenanya. Aku sadar, bahwa kita tidak boleh meremehkan kemampuan orang lain. Tidak ada orang bodoh, tetapi yang ada adalah orang yang malas. Contohnya orang yang kuceritakan tadi, ia jenius bukan karena ia tiba – tiba langsung jenius atau diberikan anugerah begitu saja maka ia pintar selamanya. Tidak Kawan! Ia tetap belajar keras tanpa seorang pun mengetahuinya. Disaat orang lain belajar maka ia bermain, tetapi disaat orang lain lengah, bermain, dan sibuk dengan duniannya sendiri, maka ia belajar dengan keras untuk meningkatkan kemampuan otak dan IQ nya. Aku benar – benar kagum dengan sikapnya dan juga malu karena diriku sendiripun sangatlah malas untuk belajar. Aku mau berubah, tapi yah memang perubahan itu sulit untuk dilakukan, bila mudah maka dari dulu saja negara kita ini menjadi negara maju dan berjaya.


Perubahan itu memerlukan karakter yang baik. Karakter dan diri kita sendirilah yang mampu mengubahnya, bukan orang lain , guru, atau pun kedua orangtua kita. Seperti pesan tersirat di film BoxTroll, bukan kotak dan keju yang membentuk dirimu, tetapi kamu sendirilah yang membentuknya. Perubahan itu sudah tertanam dalam hatimu, tinggal kamu sendiri saja yang memilih untuk berubah atau tidak. Bila kamu tidak mau berubah untuk dirimu, maka berubahlah untuk kedua orang tuamu. Aku kasihan kepada para orang tua yang setiap hari banting tulang mencari uang untuk menafkahi kita makan, dan sekolah. Sedangkan kita, apa yang kita lakukan? Kita hanya bisa menengadahkan tangan tanpa tau bagaimana perasaan mereka. Mungkin setiap pagi kita melihat mereka tersenyum memberikan uang jajan pada kita, namun apakah kamu tahu kekhawatiran mereka setiap harinya? Mereka cemas apa yang akan dimakan besok dan bagaimana membayar uang sekolah kita. Oleh karena itu mereka kerja mati – matian hanya demi kita anak – anaknya yang tak tahu berterima kasih yang dengan manjanya meminta semua kebutuhan kepada orang tua. Memang kita masih sekolah dan belum bisa bekerja menghasilkan uang, namun sebagai pelajar kita masih bisa belajar bukan? Membanggakan orangtua adalah hal paling indah dan bahagia buatku, apalagi disaat mereka senang akan kemapuan anaknya. Aku merasa senang melihat senyum diwajah mereka, begitu juga dengan kaliankan teman? Oleh karena itu, carilah ILMU bukan NILAI. Saatnya kita mencari pengetahuan dan wawasan demi diri kita sendiri dan keluarga kita, lebih baik lagi bila wawasan kita dapat membantu orang lain. Berjuang lah teman, arungi samudera petualangan hidupmu dengan gagah kuatmu, siap mentalmu, agar hidupmu kelak menjadi saluran berkat bagi orang banyak yakni rakyat Indonesia dan Dunia. Yohohohoho.. Ganbatte!!!!! JJJ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar